PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengumumkan rencana besarnya untuk memperluas jaringan internet berbasis Fiber To The Home (FTTH) di Pulau Jawa. Langkah ini akan diwujudkan melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I), dengan potensi penghimpunan dana hingga Rp 5,89 triliun. Dana segar ini akan menjadi kunci utama dalam ekspansi infrastruktur digital WIFI di masa mendatang.
Rencana ambisius ini diungkapkan melalui prospektus yang dirilis pada 23 Juni 2025. WIFI akan menerbitkan maksimal 2,95 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Rights Issue WIFI: Tambah Modal hingga Rp 5,89 Triliun
Aksi korporasi ini akan berdampak signifikan terhadap struktur permodalan WIFI. Rasio HMETD ditetapkan 4:5, artinya setiap pemegang 4 saham lama berhak atas 5 HMETD. Setiap HMETD dapat ditukarkan dengan satu saham baru seharga Rp2.000 per saham.
Saham baru yang diterbitkan akan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen dan saham bonus. Jika seluruh HMETD digunakan, WIFI berpotensi meraup dana hingga Rp 5,89 triliun.
Ekspansi Jaringan FTTH di Pulau Jawa
Dana hasil rights issue akan dialirkan ke entitas anak, PT Jaringan Infra Andalan (JIA), lalu diteruskan ke PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). IJE akan mengalokasikan sekitar Rp 5,8 triliun untuk membangun jaringan FTTH baru.
Targetnya adalah penambahan 4 juta homepass di Pulau Jawa. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja IJE untuk mendukung kelancaran operasional proyek tersebut.
Target Jangka Panjang WIFI
Proyek ekspansi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang WIFI untuk membangun 5 juta homepass hingga Semester I 2026. Total kebutuhan dana untuk rencana besar ini diestimasi mencapai Rp 7,25 triliun.
WIFI juga memasang target ambisius untuk menyediakan internet murah dengan harga Rp 100.000 per bulan, menjangkau hingga 40 juta pelanggan dalam lima tahun ke depan. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan akses internet yang terjangkau dan luas bagi masyarakat.
Dukungan Pemegang Saham dan Jadwal Pelaksanaan
Pemegang saham utama, PT Investasi Sukses Bersama (ISB), yang memiliki 50,37% saham, berkomitmen untuk melaksanakan seluruh HMETD-nya senilai Rp 2,97 triliun. Komitmen serupa juga ditunjukkan oleh pengendali perseroan, Tinawati, dengan nilai pelaksanaan sebesar Rp 16,87 miliar.
Periode perdagangan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung dari 7 hingga 15 Juli 2025. Pencatatan saham hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 9 hingga 17 Juli 2025. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami potensi pengenceran kepemilikan hingga 55,56%.
Jika dana dari rights issue masih kurang, WIFI memiliki opsi untuk menggunakan kas internal atau mencari pembiayaan eksternal. WIFI memastikan bahwa rencana penggunaan dana ini telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk POJK No. 42/2020 tentang transaksi benturan kepentingan.
Rencana ekspansi jaringan FTTH WIFI ini menandai langkah signifikan dalam upaya memperluas aksesibilitas internet di Indonesia. Dengan dukungan pemegang saham dan rencana yang matang, WIFI optimis dapat mencapai targetnya dan berkontribusi pada kemajuan digitalisasi di Tanah Air. Kesuksesan proyek ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Pulau Jawa.











