PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) baru saja menyelesaikan pembangunan Gedung InaTEWS (Indonesia-Tsunami Early Warning System) di Bali. Gedung ini berfungsi sebagai pusat cadangan untuk sistem peringatan dini tsunami dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika BMKG. Proyek ini menandai langkah signifikan dalam memperkuat ketahanan bencana nasional, khususnya karena sistem peringatan dini sebelumnya terpusat di Jakarta.
Peresmian gedung ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Kehadiran gedung ini menandakan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Gedung InaTEWS juga akan berperan penting dalam menyebarkan informasi peringatan dini ke 28 negara anggota Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS).
Pusat Cadangan Peringatan Dini Tsunami yang Lebih Tangguh
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya Gedung InaTEWS sebagai pusat cadangan sistem peringatan dini tsunami dan gempa bumi nasional. Sistem ini sebelumnya terkonsentrasi di Jakarta.
Kehadiran gedung ini bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga simbol komitmen Indonesia dalam inovasi dan penguatan sistem peringatan dini untuk menyelamatkan jiwa. Fasilitas ini juga akan memperkuat jaringan mitigasi bencana regional di kawasan Asia-Pasifik.
Teknologi Canggih yang Disesuaikan dengan Kondisi Lokal
Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung InaTEWS di Bali menghadapi tantangan tersendiri. Karakteristik tanah berpasir di Denpasar membutuhkan solusi khusus.
Untuk mengatasi hal ini, WEGE menerapkan teknologi Lead Rubber Bearing (LRB). Sebanyak 18 titik LRB terpasang secara simultan dan berurutan dengan struktur lainnya, menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Tantangan Teknis dan Solusinya
Pemasangan LRB di tanah berpasir memerlukan perencanaan dan eksekusi yang presisi. WEGE berhasil mengatasi tantangan ini dengan strategi pemasangan yang terencana dengan baik.
Penggunaan LRB merupakan inovasi teknologi yang memastikan gedung tahan terhadap guncangan gempa. Hal ini penting mengingat lokasi Bali yang rawan bencana alam.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengapresiasi langkah strategis WEGE dalam pembangunan gedung ini. Gedung ini sangat penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana.
Kehadiran Command Center di Bali diharapkan mampu menyampaikan informasi kebencanaan lebih cepat dan akurat ke daerah-daerah, meminimalisir korban jiwa. Hal ini merupakan bagian penting dari upaya mitigasi bencana.
Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, juga menyampaikan apresiasi dan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk bersinergi dengan BMKG. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan informasi real-time dari BMKG segera ditindaklanjuti.
Kehadiran Gedung InaTEWS di Bali diharapkan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Bali. Kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan BMKG sangat penting dalam upaya mitigasi bencana.
Proyek pembangunan Gedung InaTEWS, yang terbagi menjadi dua lokasi (Jakarta dan Bali), menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penerapan teknologi yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi lokal menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Ke depannya, sistem peringatan dini yang lebih tangguh akan meningkatkan keselamatan masyarakat Indonesia, khususnya di daerah rawan bencana.











