Pasar saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan kinerja positif pada perdagangan Kamis, 26 Juni 2025. Indeks-indeks utama Wall Street mengalami penguatan signifikan, dengan S&P 500 bahkan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan optimisme terhadap perkembangan ekonomi AS. Berikut detail lengkapnya.
Wall Street Menguat, S&P 500 Sentuh Rekor Tertinggi
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,94 persen, ditutup pada posisi 43.386,84. S&P 500 menanjak 0,80 persen ke level 6.141,02, memecahkan rekor sebelumnya. Indeks Nasdaq Composite pun ikut menguat 0,97 persen, mencapai 20.167,91. Penguatan ini memberikan sentimen positif bagi pasar global.
Penguatan pasar saham AS terjadi setelah periode volatilitas yang cukup signifikan di awal tahun 2025. Kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump sempat menimbulkan kekhawatiran dan guncangan di pasar.
Pemulihan Pasar Setelah Periode Volatilitas
S&P 500 sempat mencapai puncaknya pada 19 Februari sebelum anjlok hingga 18,9 persen pada awal April. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian terkait tarif impor yang diberlakukan. Namun, indeks ini berhasil pulih secara luar biasa, melonjak lebih dari 23 persen sejak mencapai titik terendah pada 8 April.
Meskipun Nasdaq sempat melewati rekor sebelumnya di bulan Desember, indeks ini juga mengalami penurunan sebelum akhirnya mengalami pertumbuhan sebesar 32 persen sejak titik terendah pada bulan April.
Perkembangan Bursa Saham Asia
Pasar saham di Asia Pasifik menunjukkan kinerja yang beragam pada hari yang sama. Investor masih mencermati perkembangan gencatan senjata antara Iran dan Israel.
Nikkei 225 di Jepang naik 1,65 persen, mencapai level tertinggi dalam lima bulan. Topix juga bertambah 0,81 persen. Namun, indeks Kospi di Korea Selatan dan Kosdaq mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,92 persen dan 1,29 persen. ASX 200 di Australia turun tipis 0,1 persen. Hang Seng di Hong Kong dan CSI 300 di China juga mengalami penurunan. Hanya Nifty 50 di India yang menunjukan kenaikan sebesar 0,34 persen.
Para analis memiliki pandangan yang beragam mengenai keberlanjutan tren positif di Wall Street. Beberapa berpendapat bahwa penguatan ini berkelanjutan, sementara yang lain memprediksi potensi penurunan di masa depan. Kemajuan dalam negosiasi anggaran dan kesepakatan perdagangan menjadi faktor kunci yang akan memengaruhi pasar saham ke depan.
Investor akan terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan Trump, dampaknya terhadap inflasi, serta fundamental perusahaan. Pergeseran fokus dari isu-isu geopolitik dan tarif ke kinerja fundamental perusahaan akan menjadi faktor penentu arah pasar saham selanjutnya. Secara keseluruhan, pemulihan pasar saham AS menunjukkan optimisme di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.











