PT Pintu Kemana Saja (PINTU), sebuah platform kripto terintegrasi, melanjutkan program edukasi “Pintu Goes to Campus” di Universitas Bakrie. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital, khususnya di kalangan mahasiswa. Acara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akademisi, dan praktisi industri kripto.
Lebih dari 150 mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie berpartisipasi dalam kegiatan ini. Diskusi panel menghadirkan pakar dari berbagai latar belakang, mulai dari regulator hingga praktisi industri kripto. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang dunia investasi kripto.
Pentingnya Literasi Keuangan Digital di Kalangan Mahasiswa
Kepala Departemen Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Djoko Kurnijanto, menekankan pentingnya edukasi keuangan digital bagi generasi muda. Literasi keuangan, terutama terkait aset digital, merupakan agenda utama OJK.
OJK menyambut baik inisiatif Pintu Goes to Campus. Program ini dinilai efektif meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang keuangan digital dan investasi kripto. Hal ini sangat penting mengingat pertumbuhan pesat sektor ini.
Pertumbuhan Investor Kripto di Indonesia
Data OJK per April 2025 menunjukkan jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 14,16 juta orang. Nilai transaksi mencapai Rp 35,61 triliun.
Pertumbuhan pesat ini menuntut edukasi yang memadai bagi investor pemula. Edukasi yang tepat sangat krusial, terutama bagi generasi muda yang baru memulai perjalanan investasi mereka.
Edukasi sebagai Investasi Terbaik
Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, menjelaskan program Pintu Goes to Campus bukan sekadar diskusi. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan manajemen risiko, pengendalian emosi dalam berinvestasi, dan pentingnya menggunakan “uang dingin”.
Edukasi di usia muda merupakan fondasi penting sebelum terjun ke dunia investasi. PINTU menekankan pentingnya pemahaman mendalam sebelum berinvestasi di aset kripto yang penuh risiko.
Pentingnya pemahaman mengenai risiko investasi kripto juga dibahas dalam diskusi. Mahasiswa diajak untuk memahami fluktuasi harga dan pentingnya strategi pengelolaan risiko yang baik.
Program ini juga membahas strategi investasi yang bijak. Mahasiswa diajarkan untuk tidak terburu-buru dan menghindari keputusan investasi yang emosional.
Selain itu, pentingnya diversifikasi portofolio juga menjadi sorotan. Para ahli menekankan pentingnya tidak hanya berfokus pada satu jenis investasi saja.
Kesimpulannya, kolaborasi antara PINTU dan OJK dalam program Pintu Goes to Campus menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan literasi keuangan digital di Indonesia. Edukasi yang komprehensif dan tepat sasaran menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan pasar kripto yang sehat dan berkelanjutan. Melalui program seperti ini, diharapkan investor kripto di Indonesia dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi dan bertanggung jawab.











