Transaksi aset kripto di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan pada Mei 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total transaksi mencapai Rp49,57 triliun, meningkat 39,21% dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan peningkatan minat pasar, meskipun terjadi fluktuasi nilai mata uang digital global.
Namun, jika dibandingkan tahun ke tahun (yoy), terjadi sedikit penurunan. Total transaksi Mei 2024 mencapai Rp49,8 triliun, sedikit lebih tinggi dari Mei 2025. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan jangka pendek, tantangan masih ada untuk menjaga momentum jangka panjang.
Lonjakan Transaksi Kripto di Indonesia: Pertumbuhan Bulanan yang Menjanjikan
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyatakan optimisme. Lonjakan transaksi menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap pasar aset kripto nasional yang tetap terjaga.
Akumulasi transaksi selama lima bulan pertama tahun 2025 mencapai Rp191,8 triliun. Aktivitas perdagangan aset digital menunjukkan dinamika positif, meskipun belum sepenuhnya stabil.
Pertumbuhan Pengguna Kripto Meningkat Dua Bulan Berturut-turut
Tidak hanya transaksi, jumlah pengguna kripto juga meningkat signifikan. Per Mei 2025, tercatat 14,78 juta pengguna, naik 4,38% dari bulan sebelumnya (14,16 juta pengguna).
Ini merupakan peningkatan dua bulan berturut-turut. Pada Maret 2025, jumlah pengguna tercatat 13,71 juta. Lebih dari satu juta pengguna baru bergabung dalam dua bulan terakhir, menunjukkan daya tarik pasar kripto di Indonesia yang masih kuat.
Kapitalisasi Pasar Menurun: Sinyal yang Perlu Diwaspadai?
Meskipun transaksi dan jumlah pengguna meningkat, kapitalisasi pasar aset kripto mengalami penurunan. Pada Mei 2025, kapitalisasi pasar tercatat Rp31,49 triliun, turun dari Rp34,37 triliun pada April 2025.
Penurunan ini bisa menjadi sinyal bahwa meskipun perdagangan aktif, nilai pasar belum sepenuhnya pulih. Meskipun demikian, jumlah investor masih tinggi, bahkan mencapai 19,75 juta orang pada Mei 2025 dibandingkan Mei 2024.
Meskipun terdapat indikator positif seperti peningkatan transaksi dan jumlah pengguna, penurunan kapitalisasi pasar perlu diwaspadai. Ini menunjukkan perlunya pemantauan dan analisis yang lebih lanjut untuk memahami dinamika pasar aset kripto di Indonesia. Penting bagi investor untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset sebelum melakukan investasi.
Secara keseluruhan, data OJK menunjukkan gambaran yang kompleks. Pertumbuhan transaksi dan pengguna yang signifikan diimbangi oleh penurunan kapitalisasi pasar. Kondisi ini memerlukan analisis yang lebih mendalam untuk memprediksi tren pasar kripto di masa mendatang. Perlu diingat bahwa investasi di pasar kripto memiliki risiko yang tinggi.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis yang menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.











