PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana menambah modal melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD I) atau rights issue. Aksi korporasi ini ditargetkan akan menghasilkan dana segar sebesar Rp 5,49 triliun. Rencana ini telah diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu, 4 Juli 2025.
Dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk meningkatkan kepemilikan TOWR di Protelindo, anak perusahaannya yang sahamnya 99,99% dimiliki TOWR. Langkah ini menandakan komitmen TOWR dalam pengembangan bisnis inti di sektor infrastruktur digital.
Rights Issue TOWR: Detail Penawaran Saham
TOWR akan menawarkan sebanyak 8.083.478.731 saham baru dalam rights issue. Jumlah ini setara dengan 8,08 miliar saham, atau 13,91% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Nilai nominal setiap saham adalah Rp 10.
Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp 680 per saham. Rasio penjatahan HMETD adalah 100 HMETD untuk setiap 619 saham lama yang dimiliki, berdasarkan Daftar Pemegang Saham (DPS) per 10 Juli 2025 pukul 16.00 WIB.
Partisipasi Pemegang Saham dan Jadwal Rights Issue
PT Sapta Adhikari Investama (SAI), pemegang saham mayoritas TOWR (52,46%), menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang diperolehnya. SAI juga tidak akan melakukan pengalihan HMETD yang tidak digunakan.
Sebaliknya, PT Dwimuria Investama Andalan, pemegang 8,33% saham TOWR, berencana melaksanakan seluruh HMETD yang akan diterimanya. Pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham, atau dilusi, maksimal 13,91%.
Berikut jadwal pelaksanaan rights issue TOWR:
- Tanggal Efektif: 30 Juni 2025
- Tanggal DPS (berhak atas HMETD): 10 Juli 2025 pukul 16.00 WIB
- Tanggal Cum HMETD (Pasar Reguler & Negosiasi): 8 Juli 2025
- Tanggal Ex HMETD (Pasar Reguler & Negosiasi): 9 Juli 2025
- Tanggal Cum HMETD (Pasar Tunai): 10 Juli 2025
- Tanggal Ex HMETD (Pasar Tunai): 11 Juli 2025
- Tanggal Distribusi HMETD: 11 Juli 2025
- Tanggal Pencatatan Efek di BEI: 14 Juli 2025
- Periode Perdagangan HMETD: 14 Juli 2025 – 18 Juli 2025
- Periode Pelaksanaan HMETD: 14 Juli 2025 – 18 Juli 2025
- Tanggal Akhir Pembayaran: 22 Juli 2025
- Periode Penyerahan Efek: 16 Juli 2025 – 22 Juli 2025
- Tanggal Penjatahan: 23 Juli 2025
- Tanggal Pengembalian Kelebihan Uang: 25 Juli 2025
Akuisisi Remala Abadi dan Kewajiban Tender Wajib
Anak usaha TOWR, PT Iforte Solusi Infotek, telah mengakuisisi 40% saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) senilai Rp535,7 miliar pada 30 April 2025. Akuisisi ini dilakukan dengan harga Rp974 per saham dari Verah Wahyudi Singgih Wong dan Jimmi Anka.
Sebagai konsekuensi, Iforte diwajibkan melakukan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) kepada pemegang saham publik DATA. Penawaran ini meliputi hingga 20% saham DATA (274.973.100 saham) dengan harga Rp974 per saham. Nilai maksimal penawaran diperkirakan mencapai Rp267,82 miliar dan berlangsung selama 30 hari, mulai 1 Juli hingga 30 Juli 2025. Iforte telah menegaskan tidak ada rencana delisting atas saham DATA.
Kepemilikan Saham Publik dan Rencana Bisnis Iforte
Iforte menyatakan tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham Remala Abadi dari BEI. Perusahaan juga tidak berencana mengubah status Remala Abadi menjadi perusahaan tertutup atau melikuidasi entitas yang diakuisisi.
Jika kepemilikan publik di Remala Abadi turun di bawah 20% setelah tender wajib, Iforte wajib melepas kembali sebagian saham ke publik dalam waktu dua tahun, sesuai POJK No.9/2018. Namun, kewajiban ini tidak berlaku jika Iforte melakukan aksi korporasi yang memenuhi ketentuan free float, seperti penerbitan saham baru.
Integrasi Remala Abadi diharapkan dapat memperkuat posisi Iforte di sektor infrastruktur digital, khususnya dalam layanan konektivitas segmen B2C. Iforte berencana untuk meningkatkan efisiensi dan melakukan ekspansi bisnis dengan memanfaatkan sinergi antara Remala Abadi dan jaringan fiber optik milik Iforte.
Tidak akan ada perubahan besar pada manajemen atau kebijakan strategis Remala Abadi dalam jangka pendek. Operasional perusahaan akan tetap berjalan normal, dengan potensi peningkatan efisiensi dan ekspansi yang lebih agresif. Langkah TOWR dalam melakukan rights issue dan akuisisi Remala Abadi menunjukkan strategi agresif perusahaan dalam memperluas jangkauan dan memperkuat posisi di industri infrastruktur digital. Kejelasan rencana dan transparansi informasi yang diberikan kepada publik menunjukan komitmen TOWR dalam pengelolaan perusahaan yang baik dan bertanggung jawab.











