Harga Bitcoin Tetap Stabil Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga
The Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 4,25% hingga 4,5%. Keputusan ini, yang diumumkan Rabu lalu, merupakan yang keempat kalinya secara berturut-turut The Fed tidak melakukan perubahan. Hal ini terjadi meskipun inflasi masih tinggi dan ketidakpastian ekonomi AS masih membayangi.
Keputusan The Fed yang sesuai ekspektasi pasar ini ternyata tidak banyak mempengaruhi harga Bitcoin. Harga kripto terbesar ini tetap stabil pasca pengumuman tersebut.
The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Tetap Stagnan
Reaksi pasar terhadap keputusan The Fed terbilang datar. Ketidakadaan kejutan berarti tidak ada pergerakan signifikan pada harga Bitcoin.
Namun, reaksi berbeda ditunjukkan oleh Presiden AS Donald Trump. Ia mengecam keputusan The Fed, menyebut Ketua The Fed Jerome Powell sebagai “bodoh” karena tidak memangkas suku bunga.
Trump justru memuji data ketenagakerjaan yang menunjukkan kenaikan upah riil pekerja kerah biru sebesar 1,7% dalam lima bulan pertama masa pemerintahannya. Kenaikan ini disebut sebagai yang terbesar dalam hampir enam dekade.
Analisis Pergerakan Harga Bitcoin
Sebelum keputusan The Fed, harga Bitcoin sempat menyentuh angka USD 110.000 pekan lalu. Namun, harga tersebut kemudian turun 2,8% akibat serangan Israel ke Iran.
Sejak saat itu, harga Bitcoin cenderung stagnan. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak mampu mendorong kenaikan harga yang signifikan.
Harga Bitcoin pada hari ini tercatat naik tipis 0,42% menjadi USD 104.364. Namun, secara mingguan, masih terjadi tren penurunan sebesar 4,25%.
Volume Perdagangan dan Dominasi Pasar Bitcoin
Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir turun hampir 18% menjadi USD 46,93 miliar. Penurunan ini mengindikasikan melemahnya momentum pasar.
Meskipun demikian, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan masih naik sedikit, 0,61%, menjadi USD 2,07 triliun. Dominasi pasar Bitcoin juga menguat menjadi 64,90%, naik 0,13%.
Bitcoin sebagai Aset Aman di Tengah Krisis Global
Terlepas dari gejolak geopolitik global yang mengganggu pasar keuangan konvensional, Bitcoin menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Glassnode melaporkan bahwa harga Bitcoin telah melonjak hingga 656% sejak awal siklus pada 2022. Meskipun pertumbuhan ini lebih rendah dari lonjakan pada siklus sebelumnya (1.076% pada 2015-2018 dan 1.007% pada 2018-2022), peningkatan tersebut tetap signifikan.
Glassnode berpendapat bahwa pertumbuhan yang lebih moderat ini mencerminkan kematangan pasar Bitcoin. Semakin tinggi valuasi suatu aset, potensi kenaikannya biasanya akan berkurang. Hal serupa juga terjadi pada aset seperti emas.
Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin telah melampaui USD 2 triliun, menjadikannya salah satu aset digital terbesar. Kondisi ini mengurangi ruang untuk spekulasi ekstrem, tetapi meningkatkan kepercayaan terhadap Bitcoin sebagai aset yang lebih stabil. Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi. Lakukan riset dan analisis mendalam sebelum berinvestasi dalam kripto.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.











