Harga Bitcoin Tetap Stabil Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga
The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 4,25% hingga 4,5% pada Rabu lalu. Keputusan ini, yang keempat kalinya berturut-turut tanpa perubahan, tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga Bitcoin. Pasar tampaknya sudah mengantisipasi langkah ini, sehingga harga Bitcoin tetap stabil.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan The Fed. Ia bahkan menyebut Ketua The Fed, Jerome Powell, sebagai “bodoh” karena tidak memangkas suku bunga. Namun, pernyataan tersebut tidak secara langsung memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Bertahan Stabil
Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sesuai dengan ekspektasi pasar. Hal ini membuat pergerakan harga Bitcoin relatif tenang pasca pengumuman.
Bitcoin sempat mengalami kenaikan hingga mendekati USD 110.000 pekan lalu. Namun, pergerakan tersebut kemudian terkoreksi sebesar 2,8% setelah serangan mendadak Israel ke Iran. Setelah kejadian tersebut, harga Bitcoin cenderung stagnan.
Aktivitas Pasar Bitcoin Menurun, Volume Perdagangan Merosot
Meskipun harga Bitcoin relatif stabil, aktivitas pasar menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir turun hampir 18% menjadi USD 46,93 miliar.
Penurunan volume ini menunjukkan minat pasar yang sedang lesu. Meski demikian, kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan masih menunjukan sedikit peningkatan, sebesar 0,61% menjadi USD 2,07 triliun. Dominasi Bitcoin juga menguat sedikit, menjadi 64,90%.
Analisis Pergerakan Harga Bitcoin
Harga Bitcoin pada hari Kamis menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,42%, mencapai USD 104.364. Namun, secara mingguan, harga Bitcoin masih menunjukan tren menurun dengan koreksi 4,25%.
Pergerakan harga Bitcoin dalam rentang USD 103.646 hingga USD 105.581 menunjukkan volatilitas yang relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan pasar yang cenderung hati-hati dan menunggu sentimen baru.
Bitcoin: Aset Aman di Tengah Ketidakpastian Global
Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah situasi geopolitik yang bergejolak. Sejak awal siklus pada 2022, harga Bitcoin telah melonjak hingga 656%, menurut laporan Glassnode.
Meskipun pertumbuhan ini tidak setinggi siklus sebelumnya, peningkatan tersebut tetap signifikan. Glassnode berpendapat bahwa pertumbuhan yang lebih moderat mencerminkan kematangan pasar Bitcoin. Kapitalisasi pasar Bitcoin yang telah menembus USD 2 triliun juga berkontribusi pada kestabilannya.
Perbandingan Kinerja Bitcoin dengan Aset Lain
Pertumbuhan Bitcoin sebesar 656% sejak 2022 memang lebih rendah dibandingkan lonjakan 1.076% pada periode 2015-2018 dan 1.007% pada 2018-2022. Namun, hal ini dinilai wajar mengingat valuasi Bitcoin yang jauh lebih besar saat ini.
Sebagai perbandingan, emas, yang dianggap sebagai aset aman, hanya menunjukan kenaikan sekitar 192% dalam satu dekade terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin, meskipun pertumbuhannya lebih moderat, tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai aset digital yang relatif stabil.
Sebagai penutup, meskipun keputusan The Fed dan sentimen negatif dari Presiden Trump tidak secara signifikan mempengaruhi harga Bitcoin, aktivitas pasar yang melemah mengindikasikan kebutuhan investor untuk lebih berhati-hati. Namun, ketahanan Bitcoin di tengah ketidakpastian global semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital yang relatif stabil dan menarik bagi investor jangka panjang. Perlu diingat bahwa investasi kripto memiliki risiko yang tinggi, dan setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.











