Tether Investments, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT), terus memperluas portofolionya. Langkah terbaru mereka adalah akuisisi saham signifikan di sektor pertambangan emas. Investasi ini menunjukkan strategi Tether untuk mendukung aset digitalnya dengan aset riil, sejalan dengan komitmen transparansi dan stabilitas yang telah mereka deklarasikan. Investasi ini juga memberikan gambaran menarik tentang strategi investasi Tether yang semakin agresif di luar dunia kripto.
Akuisisi Saham Tambang Emas Elemental Altus Royalties
Tether Investments telah mengakuisisi 31,9% saham Elemental Altus Royalties dari perusahaan tambang emas Kanada, La Mancha Investment, dalam transaksi privat yang ditandatangani pada 10 Juni 2025. Akuisisi ini melibatkan total 78,4 juta saham.
Tether menjelaskan bahwa investasi ini bertujuan untuk memperkuat dukungan aset digital mereka, terutama XAUT, stablecoin yang didukung emas. Langkah ini sejalan dengan upaya Tether untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan terhadap aset digital yang mereka kelola.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menyatakan bahwa investasi ini menunjukan komitmen Tether untuk menopang aset digitalnya dengan aset nyata seperti Bitcoin dan emas. Kepemilikan di Elemental Altus Royalties memberikan Tether eksposur ke produksi emas global melalui model royalti, meminimalisir risiko operasional langsung.
Model royalti dan streaming yang diusung Elemental Altus Royalties dianggap lebih sesuai dengan strategi Tether untuk memiliki eksposur strategis dan berisiko rendah terhadap aset dunia nyata. Hal ini semakin mengukuhkan komitmen Tether terhadap transparansi dan stabilitas aset digital mereka.
Selain akuisisi saham, Tether juga menandatangani perjanjian opsi untuk membeli 34.444.580 saham tambahan dari AlphaStream Limited dan anak perusahaannya. Perjanjian ini berlaku hingga 29 Oktober 2025, kecuali Elemental memberikan izin penebusan lebih awal.
Tether Pindahkan Miliaran Rupiah Bitcoin ke Twenty One Capital
Sebelum akuisisi saham Elemental, Tether memindahkan sejumlah besar Bitcoin ke Twenty One Capital, platform keuangan berbasis Bitcoin yang dipimpin oleh CEO Strike, Jack Mallers. Transfer tersebut bernilai sekitar USD 3,9 miliar (Rp 63,7 triliun) dan melibatkan 37.229,69 Bitcoin.
Transfer Bitcoin dilakukan dalam beberapa transaksi terpisah. Salah satu transaksi terbesar bernilai USD 1,1 miliar (Rp 17,9 triliun), merupakan bagian dari prapendanaan investasi SoftBank di Twenty One Capital. CEO Tether, Paolo Ardoino, mengkonfirmasi hal ini melalui postingan di media sosial.
Ardoino juga melaporkan beberapa transaksi lainnya. Di antaranya transfer 917 Bitcoin ke investor konversi yang memiliki hak ekuitas di Twenty One Capital. Transfer ini menambah daftar panjang transaksi Bitcoin yang dilakukan Tether dalam beberapa hari terakhir.
Strategi Investasi Tether dan Masa Depan Aset Digital
Twenty One Capital tengah mengembangkan infrastruktur pasar modal asli Bitcoin, yang memungkinkan produk seperti pinjaman dan penerbitan aset beroperasi langsung di jalur Bitcoin. Investasi Tether di sini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap masa depan Bitcoin dan teknologi blockchain.
Saat ini, Tether memegang lebih dari 100.000 Bitcoin dan 80 ton emas fisik untuk menopang token XAUT. Investasi di Elemental dan Twenty One Capital menambah portofolio aset riil Tether, semakin memperkuat posisi mereka di pasar kripto dan dunia keuangan secara luas.
Langkah-langkah strategis Tether ini menunjukkan komitmen mereka terhadap transparansi dan stabilitas, yang krusial dalam membangun kepercayaan di pasar aset digital yang masih relatif baru. Dengan diversifikasi aset dan investasi yang terukur, Tether tampak siap menghadapi tantangan dan peluang yang ada di masa depan. Namun perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi mengandung risiko.











