Swiss berencana untuk meningkatkan transparansi pajak internasional dengan berbagi data kripto dengan puluhan negara. Langkah ini merupakan komitmen Swiss terhadap kerja sama global dalam pengawasan perpajakan dan bertujuan untuk menciptakan persaingan yang adil bagi perusahaan kripto domestik.
Pemerintah Swiss, Dewan Federal, telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang memungkinkan pertukaran informasi otomatis (AEOI) terkait aset kripto. RUU ini akan memungkinkan Swiss berbagi data dengan 74 negara mitra, termasuk Inggris dan seluruh anggota Uni Eropa.
Rencana Pertukaran Data Kripto Swiss
Pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat, 6 Juni 2025, melalui akun media sosial X Pemerintah Federal Swiss. RUU ini bertujuan untuk memulai pertukaran data kripto pada 1 Januari 2026, jika mendapat persetujuan dari parlemen Swiss.
Pertukaran data tersebut akan meliputi sebagian besar negara G20, namun mengecualikan Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Tiongkok.
Sebelum implementasi penuh, Swiss berencana meninjau kepatuhan negara mitra terhadap standar yang telah ditetapkan.
Syarat dan Ketentuan Pertukaran Data
Pertukaran data kripto hanya akan dilakukan dengan negara-negara mitra yang juga bersedia berbagi informasi dengan Swiss. Hal ini menekankan asas timbal balik dalam kerja sama perpajakan internasional.
Negara-negara mitra juga harus memenuhi standar Kerangka Pelaporan Aset Kripto (CARF) yang dikeluarkan oleh OECD (Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan).
Uni Eropa, sebagai contoh, akan menerapkan AEOI untuk aset kripto melalui pembaruan kedelapan dari Arahan tentang Kerja Sama Administratif (DAC 8).
Penerapan DAC 8 di Uni Eropa akan berlaku untuk negara-negara anggota yang belum mematuhi standar pelaporan kripto OECD. Ini akan berdampak pada penyedia layanan kripto Swiss yang memiliki kewajiban pelaporan langsung di negara-negara anggota UE sampai Swiss menerapkan AEOI secara bilateral.
Komitmen Terhadap Transparansi Pajak Internasional
Bagi Swiss, penerapan AEOI untuk aset kripto merupakan bentuk komitmen terhadap transparansi pajak internasional. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat reputasi sektor keuangan Swiss di mata dunia.
Dengan berbagi data, Swiss bertujuan menciptakan lapangan bermain yang setara bagi perusahaan kripto lokal. Hal ini akan mencegah praktik penghindaran pajak dan memastikan keadilan dalam sistem perpajakan.
Dewan Federal meyakini bahwa penerimaan data terkait pajak aset kripto dari negara mitra memberikan keuntungan bagi Swiss, sehingga mendukung implementasi AEOI.
Implementasi AEOI kripto oleh Swiss menandai sebuah langkah signifikan dalam kerja sama internasional untuk transparansi pajak, khususnya di sektor aset digital yang berkembang pesat. Keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kerja sama penuh dan komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk menciptakan lingkungan yang adil dan transparan.











