Standard Chartered, bank global terkemuka, membuat gebrakan di dunia keuangan dengan menjadi bank pertama yang menawarkan layanan transaksi Bitcoin dan Ether kepada klien institusionalnya di Inggris. Langkah berani ini mencerminkan peningkatan permintaan akan aset kripto di kalangan investor institusional dan menunjukkan pergeseran signifikan dalam persepsi terhadap mata uang digital.
Kenaikan harga Bitcoin ke level tertinggi sepanjang masa, yang didorong oleh kebijakan pro-kripto Presiden AS Donald Trump, turut menjadi katalis utama keputusan Standard Chartered. Bank ini melihat peluang besar dalam memenuhi kebutuhan kliennya yang semakin menginginkan akses ke pasar kripto yang berkembang pesat.
Standard Chartered Membuka Akses Kripto untuk Klien Institusional
Klien institusional Standard Chartered, termasuk perusahaan, investor, dan manajer aset, kini dapat melakukan perdagangan spot Bitcoin dan Ether melalui platform perdagangan yang sudah ada. Standard Chartered juga berencana untuk segera menawarkan layanan perdagangan forward non-deliverable.
Pengumuman ini disampaikan oleh Standard Chartered pada awal Juli 2025. Layanan ini merupakan perluasan dari penawaran produk kripto yang sudah ada sebelumnya melalui anak perusahaan independen mereka, Zodia Markets dan Zodia Custody.
Zodia Markets sendiri telah memungkinkan klien untuk bertransaksi lebih dari 70 jenis kripto. CEO Standard Chartered, Bill Winters, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas peningkatan permintaan klien yang ingin bertransaksi, berdagang, dan mengelola risiko aset digital dengan aman dan efisien sesuai regulasi.
Prediksi Harga Bitcoin Tembus USD 200.000
Standard Chartered, melalui kepala riset aset digital globalnya, Geoff Kendrick, memprediksi Bitcoin akan mencapai harga USD 135.000 pada akhir kuartal ketiga 2025, dan bahkan mencapai USD 200.000 pada akhir tahun. Prediksi ini didasarkan pada peningkatan arus dana institusional ke ETF Bitcoin dan peningkatan alokasi Bitcoin dalam neraca perusahaan.
Kendrick menyatakan bahwa pembelian institusional sepanjang kuartal kedua 2025 telah melampaui 245.000 Bitcoin. Prediksi bullish ini diperkuat oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan minat institusional dan perkembangan regulasi di Amerika Serikat.
Dua faktor kunci yang mendukung prediksi ini adalah kemungkinan pengunduran dini Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan pengesahan undang-undang stablecoin di AS. Kedua faktor tersebut dianggap akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekosistem kripto.
Dinamika Pasar Kripto yang Berubah
Standard Chartered mengamati perubahan signifikan dalam siklus harga Bitcoin pasca-halving. Secara historis, harga Bitcoin cenderung melemah sekitar 18 bulan setelah halving. Namun, tahun ini, tren tersebut tampaknya bergeser.
Lonjakan minat institusional dan panduan regulasi yang lebih jelas dianggap sebagai penyebab utama perubahan tersebut. Meskipun beberapa analis memperingatkan potensi overheating, banyak pelaku pasar melihat lonjakan saat ini sebagai hal yang lebih sehat dibandingkan dengan lonjakan sebelumnya yang didorong spekulasi investor ritel.
Dukungan dari institusi besar dan kebijakan yang pro-aset digital menjadi pembeda utama. Kendrick bahkan mengakui bahwa prediksi sebelumnya yang menempatkan harga Bitcoin pada USD 120.000 mungkin terlalu rendah mengingat dinamika pasar saat ini.
Perkembangan ini menunjukkan sebuah babak baru dalam adopsi dan penerimaan mata uang kripto oleh lembaga keuangan besar. Dengan Standard Chartered sebagai pelopor, diharapkan akan semakin banyak bank global yang mengikuti jejaknya, memperluas akses pasar kripto bagi investor institusional dan mendorong pertumbuhan ekosistem aset digital secara keseluruhan.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi memiliki risiko. Penelitian dan analisis yang mendalam sangat penting sebelum melakukan transaksi kripto.











