PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO) mengumumkan tidak akan membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) dan public expose. Keuntungan yang diperoleh akan diinvestasikan kembali untuk meningkatkan layanan kesehatan di jaringan rumah sakit Siloam.
Meskipun menghadapi tantangan ekonomi makro dan industri, Siloam mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2024. Pendapatan mencapai Rp 12,2 triliun, EBITDA dasar Rp 2,76 triliun, dan laba bersih Rp 950 miliar.
Siloam Fokus Investasi, Tinggalkan Pembagian Dividen
Direktur PT Siloam Internasional Hospital Tbk, Daniel Phua, menegaskan bahwa seluruh laba bersih tahun 2024 akan menjadi laba ditahan perusahaan. Tidak ada dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
Keputusan ini didorong oleh komitmen Siloam untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Investasi akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur dan teknologi di 41 rumah sakit jaringan Siloam.
Ekspansi dan Pengembangan Berkelanjutan Siloam Hospitals
Siloam memproyeksikan pertumbuhan yang stabil di tahun 2025, sejalan dengan kinerja tahun 2024. Hingga pertengahan tahun 2025, perusahaan telah menggelontorkan Rp 2 triliun untuk belanja modal (capex).
Dana tersebut dialokasikan untuk meningkatkan operasional medis dan fasilitas di berbagai rumah sakit. Strategi ini mencerminkan komitmen Siloam untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas layanan.
Pertumbuhan Signifikan dalam Lima Tahun Terakhir
Selama lima tahun terakhir, di bawah strategi Siloam 5.0, perusahaan mencatat peningkatan pendapatan sebesar 72 persen dan EBITDA naik sebesar 177 persen. Hal ini menunjukkan kesuksesan strategi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan pelayanan.
Jumlah tempat tidur meningkat menjadi 7.932. Volume pasien juga meningkat signifikan, dengan lebih dari 4 juta kunjungan rawat jalan, 300.000 pasien rawat inap, dan lebih dari 100.000 tindakan operasi.
Akuisisi Lahan di Makassar untuk Perluasan Rumah Sakit
Siloam juga telah menyelesaikan akuisisi dua bidang tanah di Makassar, Sulawesi Selatan, senilai Rp 42,19 miliar. Lahan seluas 2.306 meter persegi ini terletak di Jalan Metro Tanjung Bunga.
Akuisisi ini merupakan bagian dari rencana pengembangan jangka panjang Rumah Sakit Siloam Makassar (SHMK). Investasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas rumah sakit, mendukung pertumbuhan layanan.
Transaksi Sesuai Regulasi dan Bebas Benturan Kepentingan
Transaksi pembelian lahan telah memenuhi semua ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pendapat kewajaran telah diperoleh dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at, Yudistira dan Rekan (KJPP DYR).
Direksi dan Dewan Komisaris SILO memastikan transaksi ini bebas dari benturan kepentingan. Semua informasi material telah diungkapkan secara transparan kepada publik. Nilai transaksi hanya 0,48% dari ekuitas perusahaan per 31 Desember 2024, sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material berdasarkan POJK No.17/POJK.04/2020.
Meskipun tidak membagikan dividen tahun ini, fokus Siloam pada investasi untuk pengembangan infrastruktur dan perluasan layanan menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Strategi ini, yang dibarengi dengan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan optimisme Siloam untuk masa depan. Keberhasilan strategi ini akan terlihat pada peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan akses bagi pasien di masa mendatang.











