Serangan Hacker Korea Utara: Kripto Rp51,7 Miliar Raib

Playmaker

Serangan Hacker Korea Utara: Kripto Rp51,7 Miliar Raib
Sumber: Liputan6.com

Penyelidik *on-chain*, ZachXBT, baru-baru ini melaporkan aksi kejahatan siber yang dilakukan oleh Lazarus Group, kelompok peretas yang dikaitkan dengan Korea Utara. Mereka berhasil mencuri aset kripto senilai USD 3,2 juta atau sekitar Rp 51,7 miliar (kurs Rp 16.179 per dolar AS). Serangan ini merupakan bukti terbaru dari kemampuan Lazarus Group dan sekaligus menyoroti kerentanan infrastruktur keamanan di dunia kripto.

Kejadian ini bukan hanya sekadar pencurian kripto. Ini merupakan alarm bagi industri kripto global, karena menunjukkan betapa canggihnya teknik yang digunakan para peretas dan betapa lemahnya sistem keamanan beberapa platform ternama. Peristiwa ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap keamanan di bursa dan dompet kripto, serta peningkatan kolaborasi antara berbagai pihak untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Modus Operandi Lazarus Group dan Kerentanan Sistem

ZachXBT mengidentifikasi celah keamanan di Garden Finance, sebuah jembatan lintas-rantai Bitcoin, dan bursa Bybit sebagai titik lemah yang dimanfaatkan Lazarus Group. Lebih dari 80% biaya yang diterima Garden Finance diduga berasal dari hasil pencucian uang dari dana curian Lazarus Group melalui Bybit.

ZachXBT secara langsung menuding salah satu pendiri Garden Finance atas kelalaian dalam pengawasan transaksi mencurigakan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Garden Finance mempublikasikan laporan pendapatan biaya mereka. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan yang ketat terhadap transaksi dan identifikasi sumber dana dalam ekosistem kripto.

Dampak bagi Industri Kripto dan Kepercayaan Pasar

Serangan ini berdampak signifikan terhadap kepercayaan investor terhadap keamanan bursa kripto dan sistem digital secara keseluruhan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan celah keamanan sistemik di industri ini.

Para ahli menyarankan berbagai langkah untuk meningkatkan keamanan. Penggunaan *cold storage* yang aman, sistem multi-signature, dan pemantauan *on-chain* secara *real-time* sangat penting. Integrasi layanan analitik *blockchain* untuk mendeteksi transaksi mencurigakan juga krusial.

Peningkatan Protokol Keamanan

Penerapan protokol keamanan yang lebih ketat merupakan langkah utama untuk mencegah serangan serupa. Hal ini meliputi:

  • Penggunaan *cold storage* yang didukung perangkat keras untuk melindungi aset digital dari akses jarak jauh.
  • Implementasi sistem multi-signature untuk verifikasi transaksi yang lebih aman.
  • Pemantauan *on-chain* secara *real-time* untuk mengidentifikasi dan memblokir aktivitas mencurigakan.
  • Integrasi layanan analitik *blockchain* untuk deteksi otomatis transaksi mencurigakan.

Kasus ini juga mengingatkan kita pada insiden peretasan Bybit sebelumnya, di mana lebih dari USD 1,5 miliar aset digital dicuri dan dikaitkan dengan Lazarus Group. FBI telah mengkonfirmasi keterlibatan Lazarus Group dalam pencurian tersebut. Serangan-serangan ini menunjukkan ancaman serius yang dihadapi ekosistem kripto dan membutuhkan respons yang komprehensif.

Perlunya Regulasi yang Lebih Ketat dan Kolaborasi

Meningkatnya ancaman siber dari aktor negara seperti Lazarus Group akan mendorong peningkatan audit keamanan independen sebelum peluncuran proyek *DeFi*. Teknologi enkripsi *end-to-end* diprediksi akan menjadi standar baru dalam pengamanan transaksi. Sistem deteksi anomali otomatis juga akan semakin penting.

Di bidang regulasi, akan ada tekanan yang lebih besar kepada bursa untuk menerapkan proses *Know Your Customer* (KYC) dan *Anti-Money Laundering* (AML) yang lebih ketat. Kolaborasi yang lebih erat antara bursa, perusahaan analitik *blockchain*, dan penegak hukum akan menjadi kunci dalam menghadapi dan mengurangi risiko serangan di masa depan.

Peristiwa pencurian kripto senilai Rp 51,7 miliar oleh Lazarus Group ini merupakan pengingat penting tentang kerentanan industri kripto terhadap serangan siber yang canggih. Meningkatkan keamanan, baik melalui teknologi maupun regulasi, serta memperkuat kolaborasi antar pihak terkait adalah langkah-langkah krusial untuk menjaga integritas dan kepercayaan di pasar kripto. Hanya dengan pendekatan yang komprehensif, kita dapat mengurangi risiko serangan serupa di masa mendatang dan memastikan keberlanjutan ekosistem kripto yang aman dan terpercaya.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...