Bursa saham Vietnam mencatat rekor tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Lonjakan ini terjadi setelah diumumkannya perjanjian perdagangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Vietnam oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 2 Juli 2025.
Kesepakatan ini, yang diumumkan melalui platform media sosial Truth Social, menarik perhatian investor global. Rincian perjanjian tersebut menjadi fokus utama pasar, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perekonomian kedua negara.
Kenaikan Saham Vietnam dan Detail Kesepakatan Dagang AS-Vietnam
Indeks acuan Vietnam melonjak 0,3%, mencapai level tertinggi sejak April 2022. Hal ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Vietnam pasca kesepakatan dengan AS.
Presiden Trump menyatakan AS akan menerapkan tarif impor sebesar 20% untuk barang-barang asal Vietnam. Namun, Vietnam akan mendapatkan akses bebas tarif ke pasar AS sebagai imbalannya.
Trump juga menambahkan bahwa Vietnam setuju untuk mengenakan tarif 40% pada barang-barang yang berasal dari negara lain dan hanya transit melalui Vietnam sebelum dikirim ke AS. Langkah ini bertujuan untuk mencegah praktik transshipment, yang seringkali digunakan untuk menghindari tarif impor.
Dampak Kesepakatan terhadap Pasar Saham Asia dan Nilai Tukar Dong Vietnam
Meskipun saham Vietnam mengalami kenaikan signifikan, beberapa pasar saham Asia lainnya menunjukkan pergerakan yang lebih beragam.
Indeks Nikkei 225 Jepang relatif stagnan, sementara indeks Topix naik tipis 0,1%. Di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq masing-masing meningkat 1,34% dan 1,43%. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia cenderung datar.
Berbeda dengan pasar saham, nilai tukar dong Vietnam justru melemah ke rekor terendah terhadap dolar AS, mencapai 26.195 dong per dolar. Penurunan ini terjadi pasca pengumuman kesepakatan dagang.
Analis dari Mizuho Securities, Vishnu Varathan, memberikan pandangannya mengenai situasi ini. Ia memperingatkan bahwa optimisme terhadap kesepakatan ini di pasar Asia belum tentu seragam.
Varathan menambahkan bahwa depresiasi dong Vietnam mungkin menjadi penyangga terhadap dampak tarif impor 20% yang diterapkan AS.
Sektor Unggulan dan Pergerakan Saham Utama di Vietnam
Kenaikan indeks saham Vietnam didorong oleh sektor bahan baku dan teknologi. Beberapa saham utama mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Saigon Machinery Spare Parts dan Truong Tranh Furniture Corporation memimpin kenaikan dengan masing-masing mencapai 6,25% dan 6,6%. Vietnam Container Shipping juga mencatat pertumbuhan sebesar 4,4%.
Kinerja positif sektor-sektor ini menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi Vietnam yang tetap menarik bagi investor, terlepas dari dampak fluktuasi nilai tukar.
Perlu dipantau lebih lanjut bagaimana kesepakatan ini akan berdampak jangka panjang terhadap ekonomi Vietnam dan hubungan perdagangannya dengan AS. Pengaruhnya terhadap negara-negara lain di Asia, khususnya yang terkait dengan jalur perdagangan, juga patut diperhatikan.
Secara keseluruhan, kesepakatan perdagangan AS-Vietnam ini menunjukkan dinamika kompleks dalam hubungan ekonomi global, di mana kebijakan proteksionis dan liberalisasi perdagangan tetap berjalan beriringan.











