Saham Vietnam mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan ini didorong oleh optimisme investor menyusul pengumuman perjanjian perdagangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Vietnam.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut pada Rabu, 2 Juli 2025, melalui Truth Social. Kesepakatan ini menarik perhatian pasar global dan memicu reaksi positif di bursa saham Vietnam.
Kesepakatan Dagang AS-Vietnam dan Dampaknya pada Pasar Saham
Dalam perjanjian tersebut, AS akan mengenakan tarif impor sebesar 20% pada barang-barang dari Vietnam. Sebaliknya, Vietnam akan memberikan akses bebas tarif bagi sejumlah produk AS.
Pengumuman ini terjadi menjelang berakhirnya penangguhan tarif selama 90 hari yang sebelumnya diterapkan oleh Trump. Investor merespon positif kabar tersebut, mendorong indeks acuan Vietnam naik 0,3% dan mencapai level tertinggi sejak April 2022.
Saham-saham unggulan seperti Saigon Machinery Spare Parts dan Truong Tranh Furniture Corporation bahkan mengalami peningkatan signifikan, masing-masing naik 6,25% dan 6,6%. Vietnam Container Shipping juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,4%.
Sektor bahan baku dan teknologi menjadi penggerak utama kenaikan indeks pada perdagangan Kamis siang waktu Singapura.
Pergerakan Pasar Saham Asia Lainnya
Sementara Vietnam mengalami lonjakan positif, pergerakan pasar saham di negara-negara Asia lainnya cenderung beragam.
Indeks Nikkei 225 di Jepang relatif stabil di angka 39.785,9. Indeks Topix mencatat kenaikan tipis sebesar 0,1%, ditutup pada 2.828,99.
Di Korea Selatan, indeks Kospi mengalami pertumbuhan yang lebih signifikan, naik 1,34% ke posisi 3.116,27. Indeks Kosdaq juga menunjukan peningkatan sebesar 1,43%, ditutup pada 793,33.
Indeks ASX 200 di Australia relatif datar, ditutup pada 8.595,8. Berbeda dengan pasar Asia lainnya, indeks Hang Seng di Hong Kong mengalami penurunan sebesar 0,78%.
Indeks CSI 300 di China menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,62%, ditutup pada 3.968,07.
Nilai Tukar Dong Vietnam dan Analisis Ahli
Meskipun bursa saham Vietnam mengalami kenaikan, nilai tukar dong Vietnam terhadap dolar AS justru melemah ke rekor terendah, mencapai 26.195 dong per dolar.
Vishnu Varathan, Kepala Riset Makro Asia ex-Jepang di Mizuho Securities, memberikan analisisnya. Ia menyatakan bahwa meskipun kesepakatan ini memicu reli saham di AS, dampak positif yang sama tidak otomatis terjadi di seluruh pasar dan ekonomi Asia.
Varathan menjelaskan, kesepakatan ini menggarisbawahi ketidakseimbangan leverage yang merugikan eksportir Asia. Namun, ia menambahkan bahwa pelemahan nilai dong Vietnam berpotensi menjadi penyangga terhadap dampak tarif impor 20% yang diterapkan AS.
Kesepakatan perdagangan AS-Vietnam ini menjadi sorotan karena melibatkan tarif impor dan akses pasar bebas tarif. Dampaknya terhadap ekonomi Vietnam dan negara-negara Asia lainnya masih perlu dipantau lebih lanjut. Pergerakan nilai tukar dong Vietnam juga menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.











