PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), perusahaan rental forklift terkemuka, mengumumkan pembagian dividen tunai yang signifikan. RUPST SMIL menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 32,30 miliar, setara Rp 3,69 per lembar saham. Ini merupakan 40 persen dari laba bersih perusahaan di tahun 2024, dan dividen akan dibayarkan paling lambat 25 Juli 2025.
Selain dividen, RUPST juga mengalokasikan Rp 1 miliar untuk dana cadangan. Sisa laba bersih akan dicatat sebagai laba ditahan perusahaan. Keputusan ini menunjukkan kinerja positif SMIL sepanjang tahun 2024 dan komitmen perusahaan terhadap para investornya.
Pembagian Dividen dan Lonjakan Saham SMIL
Pengumuman dividen ini disambut positif oleh pasar. Saham SMIL mengalami kenaikan 10,77 persen pada penutupan perdagangan Rabu, 18 Juni 2025, mencapai harga 216 per saham. Meskipun mengalami penurunan 16,92 persen dalam sepekan sebelumnya, saham SMIL tetap menunjukan kenaikan 10,20 persen secara year to date (YTD).
Direktur Utama SMIL, Hadi Suhermin, menyatakan bahwa pembagian dividen merupakan refleksi dari keberhasilan strategi perusahaan. Ia optimis terhadap kinerja SMIL di masa mendatang.
Strategi Buyback Saham dan Akuisisi Investor Baru
SMIL juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 miliar untuk buyback saham. Menurut Hadi Suhermin, harga saham SMIL saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat.
Buyback saham ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor. Langkah ini juga menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis SMIL ke depan.
Selain itu, SMIL juga tengah dalam proses due diligence dengan beberapa investor yang berminat untuk menjadi pemegang saham. Hal ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkuat struktur kepemilikan saham.
Ekspansi Bisnis dan Fokus pada Forklift Listrik
SMIL terus memperkuat posisi bisnisnya dengan berfokus pada forklift listrik. Perusahaan baru saja menambah 1.000 unit forklift listrik dari Heli Southeast Asia Co Ltd.
Investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang SMIL untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung transisi ke energi hijau. SMIL menargetkan 75 persen dari armada forkliftnya akan bertenaga listrik dalam lima tahun ke depan.
Keunggulan forklift listrik, yaitu nilai sewa yang lebih tinggi dan biaya perawatan yang lebih rendah, diharapkan dapat meningkatkan margin keuntungan SMIL. Perusahaan juga telah memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti layanan servis dan ketersediaan baterai lithium.
Diversifikasi Pelanggan dan Manajemen Risiko
SMIL memiliki lima pelanggan utama yang telah menjalin kerjasama selama lebih dari sepuluh tahun. Hal ini memberikan stabilitas pendapatan dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu atau dua pelanggan besar.
Namun, SMIL juga aktif mencari pelanggan baru di berbagai sektor bisnis. Pada tahun 2024, perusahaan berhasil mendapatkan kontrak baru dari beberapa perusahaan besar seperti Nabati Group, KC Glass, dan Amerta Indah Otsuka. Hal ini menunjukan strategi diversifikasi pelanggan SMIL berjalan dengan baik.
Kesimpulannya, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) menunjukkan kinerja keuangan yang solid dan prospek bisnis yang menjanjikan. Komitmen terhadap pembagian dividen, strategi buyback saham, ekspansi bisnis ke forklift listrik, dan diversifikasi pelanggan menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga kepercayaan pasar dan pertumbuhan berkelanjutan. Prospek positif ini didukung oleh tren pasar yang menguntungkan dan komitmen SMIL terhadap inovasi dan keberlanjutan.











