Saham Oracle mencatat performa terbaiknya dalam lebih dari dua dekade. Kenaikan signifikan ini didorong oleh laporan laba yang mengesankan dan optimisme di sektor komputasi awan. Lonjakan saham mencapai sekitar 24% dalam seminggu, sebagian besar terjadi hanya dalam dua hari perdagangan setelah pengumuman laporan keuangan.
Kinerja Luar Biasa Saham Oracle
Saham Oracle mengalami minggu terbaiknya sejak April 2001, melampaui kinerja positif yang sempat terjadi di tengah krisis dot-com. Kenaikan ini sangat mencolok mengingat saham Oracle sebelumnya sempat anjlok hingga hampir setengah nilainya pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan pesat di sektor komputasi awan, khususnya dalam mendukung klien yang mengoperasikan model kecerdasan buatan, menjadi katalis utama.
Joseph Bonner, analis di Argus Research, mencatat tingginya permintaan terhadap layanan Oracle yang melebihi kapasitas penyediaannya. Hal ini mencerminkan posisi strategis Oracle dalam industri yang berkembang pesat.
Puncaknya, saham Oracle mencapai harga tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat, ditutup pada US$ 215,22.
Laporan Keuangan Kuartal yang Melebihi Ekspektasi
Laporan laba Oracle yang dipublikasikan pada Rabu malam melampaui perkiraan analis. Pendapatan dan laba bersih berhasil mengungguli proyeksi pasar, menunjukkan kinerja finansial yang solid.
Safra Catz, CEO Oracle, mengumumkan penjualan untuk tahun fiskal baru yang mencapai lebih dari US$ 67 miliar, melebihi konsensus LSEG sebesar US$ 65,18 miliar.
Larry Ellison, ketua Oracle, menekankan besarnya permintaan pasar dalam konferensi panggilan laba perusahaan. Pernyataan ini semakin memperkuat sentimen positif investor terhadap prospek perusahaan.
Dampak Serangan Udara Israel dan Pergerakan Pasar Saham AS
Meskipun saham Oracle mencatatkan kinerja gemilang, pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan mengalami penurunan pada hari Jumat. Penurunan ini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap Iran.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1,79%, S&P 500 turun 1,13%, dan Nasdaq Composite merosot 1,30%.
Saham-saham teknologi seperti Nvidia, yang sebelumnya memimpin pemulihan pasar, juga mengalami penurunan karena investor cenderung mengurangi risiko dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.
Penurunan ini mengakibatkan indeks utama AS mengakhiri pekan dengan performa negatif. S&P 500 turun 0,4% secara mingguan, Nasdaq turun 0,6%, dan Dow Jones merosot 1,3%.
Penurunan pasar dimulai pada Kamis malam setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan keadaan darurat. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak terlibat dalam serangan Israel tersebut.
Di tengah penurunan pasar secara umum, saham Exxon mengalami kenaikan 2%, sementara Lockheed Martin dan RTX masing-masing meningkat lebih dari 3%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor tertentu masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian pasar.
Saham Oracle berhasil melawan tren negatif pasar AS pada pekan tersebut. Kinerja luar biasa ini membuktikan ketahanan dan daya tarik perusahaan di sektor teknologi, khususnya dalam industri komputasi awan yang terus berkembang pesat. Meskipun adanya ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada pasar secara keseluruhan, Oracle menunjukkan fundamental bisnis yang solid dan prospek yang menjanjikan.











