Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalami koreksi pada sesi pertama perdagangan Selasa, 17 Juni 2025. Penurunan harga saham ini sesuai dengan prediksi sejumlah analis. Meskipun sempat mencapai titik tertinggi Rp 460 dan terendah Rp 432 per saham, harga penutupan BRMS tercatat turun 0,44% menjadi Rp 452 per saham. Volume perdagangan mencapai 12.419.583 saham dengan nilai transaksi Rp 552,8 miliar.
Meskipun mengalami penurunan, pergerakan saham BRMS masih menarik perhatian para analis. Beberapa analis memberikan rekomendasi dan proyeksi yang berbeda terkait prospek saham ini ke depannya.
Analisis Teknis Saham BRMS
Herditya Wicaksana dari PT MNC Sekuritas melihat koreksi harga saham BRMS sebesar 8,1% ke Rp 454 masih didominasi tekanan jual. Ia merekomendasikan strategi spekulatif “buy” pada rentang Rp 442-Rp 454, dengan target harga di Rp 500 dan Rp 535, serta stop loss di bawah Rp 424.
Menurut Herditya, BRMS tampaknya sedang dalam fase koreksi sementara. Kondisi ini membuat saham masih berisiko mengalami penurunan lebih lanjut.
Prospek Saham BRMS Berdasarkan Cadangan Emas
Pandangan berbeda disampaikan Andreas Tarigan dari PT Sucor Sekuritas. Ia menyoroti cadangan emas BRMS yang mencapai 5,0 juta ounce (Moz). Dengan cadangan tersebut, BRMS berpotensi besar untuk mendapatkan keuntungan dari terus meningkatnya harga emas.
Sucor Sekuritas bahkan menaikkan peringkat saham BRMS menjadi “beli” dengan target harga Rp 750 per saham. Kenaikan peringkat ini didasarkan pada kombinasi cadangan emas yang signifikan, rencana ekspansi yang terpenuhi dan potensi pertumbuhan produksi emas BRMS.
Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Investasi
Pada sesi pertama perdagangan Selasa, 17 Juni 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat 0,73% ke posisi 7.169,50. Indeks LQ45 juga mengalami peningkatan, naik 0,89% ke posisi 802,06. Sebanyak 303 saham menguat, sementara 276 saham melemah dan 224 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 6,7 triliun dengan volume perdagangan 10,9 miliar saham.
Meskipun IHSG menguat, beberapa analis tetap memprediksi potensi pelemahan IHSG. Fanny Suherman dari BNI Sekuritas misalnya, melihat peluang koreksi IHSG karena telah menembus level support 7.120. Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 7.050-7.090 dan resistance 7.140-7.200. Sementara itu, Tasrul Tanar dari Mirae Asset Sekuritas mengatakan IHSG sedang menunjukkan sinyal rebound meskipun kekuatannya mulai berkurang.
Peringatan Investasi
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi mengandung risiko. Analisis dan informasi yang diberikan di sini semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mendalam dan pertimbangkan toleransi risiko sebelum melakukan keputusan investasi apa pun.
Sepanjang tahun 2025, harga saham BRMS telah menunjukkan peningkatan signifikan, naik 30,64% hingga mencapai Rp 452 per saham. Kenaikan ini juga terlihat dalam sepekan terakhir dengan peningkatan 4,63%. Meskipun demikian, perlu kehati-hatian dalam menafsirkan data historis karena pasar saham bersifat dinamis dan fluktuatif. Pemantauan berkelanjutan dan pemahaman menyeluruh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pasar sangat penting sebelum membuat keputusan investasi.











