PT Blue Bird Tbk (BIRD) mengumumkan kabar gembira bagi para pemegang sahamnya dengan membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 120 per saham. Pengumuman ini menarik perhatian, terutama bagaimana pergerakan harga saham BIRD di tengah kondisi pasar saham yang sedang mengalami penurunan.
Menariknya, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), harga saham BIRD justru mengalami penguatan. Mari kita bahas lebih lanjut detail pergerakan harga saham BIRD dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Harga Saham BIRD Menghijau di Tengah IHSG Melemah
Pada sesi pertama perdagangan Jumat, 20 Juni 2025, harga saham BIRD ditutup naik 1,06 persen. Hal ini kontras dengan pelemahan IHSG yang mencapai 0,72 persen.
Harga saham BIRD dibuka pada level Rp 1.910 per saham, meningkat 20 poin. Sepanjang sesi pertama, harga saham BIRD bergerak di kisaran Rp 1.885 hingga Rp 1.910 per saham.
Total volume perdagangan saham BIRD mencapai 11.260 saham dengan nilai transaksi Rp 2,1 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 373 kali.
Kinerja Keuangan Blue Bird di Tahun 2024
Dividen yang dibagikan merupakan sebesar 51% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perusahaan. Total dividen yang dibayarkan mencapai Rp 300,2 miliar.
Pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 19 Juni 2025. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 11 Juli 2025 kepada pemegang saham yang tercatat pada 2 Juli 2025.
Sisa laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp 284,9 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat permodalan dan mendukung belanja modal serta pengembangan strategis.
Blue Bird mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2024. Pendapatan bersih mencapai Rp 5 triliun, meningkat 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan, yaitu 28%, menjadi lebih dari Rp 593 miliar. EBITDA juga meningkat 9% secara tahunan, mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun.
Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi dan optimalisasi operasional. Jumlah armada Blue Bird pada akhir 2024 mencapai sekitar 24.200 unit, tersebar di 20 kota.
Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyatakan bahwa 2024 merupakan tahun ketiga berturut-turut perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih dua digit.
Perubahan Susunan Dewan Komisaris dan Rencana Strategis Blue Bird
RUPST 2025 juga menyetujui pengangkatan Noni Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama. Perubahan ini bertujuan memperkuat tata kelola perusahaan.
Adrianto Djokosoetono menekankan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Blue Bird untuk tetap kompetitif.
Blue Bird berencana mengembangkan armada yang lebih ramah lingkungan, memperluas kemitraan digital, dan menghadirkan layanan yang inklusif. Fokus utama tetap pada pertumbuhan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan positif Blue Bird dan pengumuman dividen menjadi sentimen positif bagi harga sahamnya, sehingga mampu bertahan di tengah pelemahan IHSG. Strategi pengembangan berkelanjutan yang diusung perusahaan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Kondisi pasar saham yang dinamis tentunya masih akan mempengaruhi pergerakan harga saham BIRD ke depan. Namun, dengan kinerja keuangan yang solid dan strategi yang tepat, Blue Bird diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.











