Bursa saham Asia-Pasifik diprediksi akan mengalami penguatan pada hari Rabu. Hal ini didorong oleh optimisme investor terhadap perkembangan positif dalam diskusi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai produktif.
Pembicaraan yang berlangsung selama dua hari di London melibatkan pejabat tinggi kedua negara. Meskipun Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, telah meninggalkan perundingan, negosiasi akan dilanjutkan oleh Lutnick dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer.
Prospek Pasar Saham Asia Pasifik
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka dengan kenaikan, menunjukkan kontrak berjangka di Chicago pada angka 38.455. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pembukaan yang cenderung lebih lemah.
Di Australia, S&P/ASX 200 diperkirakan akan memulai perdagangan dengan tren positif. Kontrak berjangka menunjukan angka 8.620, di atas penutupan rekor tertinggi sebelumnya di 8.587,20.
Kontrak berjangka saham AS cenderung datar di awal perdagangan Asia. Investor masih menunggu informasi lebih lanjut terkait pembicaraan perdagangan dan rilis data inflasi konsumen AS bulan Mei.
Pergerakan Indeks Saham AS dan Pengaruhnya
Wall Street mencatatkan kinerja positif pada sesi sebelumnya, dengan ketiga indeks utama saham AS mengalami kenaikan. Hal ini juga dipengaruhi oleh harapan akan hasil positif dari pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.
Dow Jones Industrial Average naik 0,25%, ditutup pada 42.866,87. S&P 500 naik 0,55%, ditutup pada 6.038,81. Nasdaq Composite juga mengalami kenaikan 0,63%, ditutup pada 19.714,99.
Kenaikan ini menandai sesi positif ketiga berturut-turut bagi S&P 500 dan Nasdaq Composite. Sentimen positif ini berdampak pada ekspektasi pasar saham Asia.
IHSG dan Pergerakan Saham Tertentu
Sebelum kabar bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia menunjukan kinerja yang sangat baik pada penutupan perdagangan Selasa, 10 Juni 2025. IHSG melonjak 1,65% ke posisi 7.230,74.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor saham yang mengalami kenaikan. Hanya sektor kesehatan (-0,98%) dan properti (-0,11%) yang mengalami penurunan.
Sektor teknologi mencatat penguatan terbesar dengan angka 3,54%, diikuti sektor transportasi (3,53%). Sektor energi naik 2,18%, keuangan naik 1,31%, infrastruktur naik 1,42%, dan basic naik 0,51%.
Sektor consumer nonsiklikal naik 0,32% dan consumer siklikal naik 0,29%. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 17,9 triliun.
Namun, beberapa saham individual menunjukkan penurunan. Saham ADRO turun 0,47% ke Rp 2.110, BUMI turun 0,81% ke Rp 122, dan CPIN turun 0,62% ke Rp 4.830.
Pergerakan saham-saham tersebut perlu dianalisa lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data perdagangan saham ini memberikan gambaran dinamis pasar modal di Indonesia.
Secara keseluruhan, perkembangan positif dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia. Namun, investor tetap perlu memperhatikan data ekonomi makro dan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pasar.











