PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) telah mengumumkan rencana belanja modal (capex) sebesar Rp 550 miliar untuk tahun 2025. Investasi ini akan difokuskan pada proyek-proyek strategis yang mendukung pertumbuhan dan efisiensi perusahaan. Prioritas utama diberikan pada penyelesaian proyek dan peningkatan ekspor.
Rencana ini mencerminkan komitmen SMCB untuk memperkuat posisinya di pasar semen domestik dan internasional. Strategi jangka panjang perusahaan juga mencakup inovasi produk dan pengembangan berkelanjutan.
Alokasi Capex 2025: Prioritas pada EPC Talavera Project dan Pemeliharaan
Sebagian besar dana capex tahun 2025 akan dialokasikan untuk menyelesaikan proyek EPC Talavera. Proyek ini diyakini akan meningkatkan kapasitas ekspor perusahaan.
Direktur Utama SMCB, Asri Mukhtar, menyatakan bahwa proyek tersebut hampir rampung dan memasuki tahap commissioning. Penyelesaian EPC Talavera Project menjadi kunci untuk meningkatkan ekspor semen dan terak.
Sisa dana capex akan digunakan untuk kegiatan pemeliharaan rutin pabrik. Hal ini bertujuan untuk menjaga keandalan dan efisiensi operasional pabrik.
Dengan memastikan operasional yang andal, SMCB berharap dapat mempertahankan daya saingnya di pasar yang kompetitif. Pemeliharaan yang terjadwal dan efektif menjadi investasi penting untuk jangka panjang.
Strategi Jangka Panjang: Operasional Unggul dan Keberlanjutan
SMCB berfokus pada empat sektor utama untuk mencapai tujuan strategisnya. Keempat sektor tersebut adalah operational excellence, optimasi proses dan aset, pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Strategi operational excellence dilakukan melalui kolaborasi dengan Taiheiyo Cement Corporation. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor semen dan terak khusus, terutama ke pasar Amerika Serikat.
Dalam upaya pembangunan berkelanjutan, SMCB mengembangkan inovasi produk rendah karbon. Inovasi ini memanfaatkan clinker factor yang lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas.
Saat ini, produk semen rendah karbon tersebut sedang dalam proses sertifikasi SNI. Setelah mendapatkan sertifikasi, produk baru ini akan segera dipasarkan di pasar domestik.
Proyeksi Bisnis 2025 dan Tantangan Pasar
SMCB memproyeksikan pertumbuhan yang stabil di pasar semen domestik Indonesia pada tahun 2025. Untuk mendiversifikasi pendapatan, perusahaan akan mengekspansi pasar ekspor.
Ekspansi pasar ekspor dilakukan secara sinergis dengan SIG dan Taiheiyo Cement Corporation. Inovasi dan nilai tambah produk menjadi kunci keberhasilan strategi ekspansi ini.
Meskipun terdapat potensi pertumbuhan, industri semen nasional masih menghadapi tantangan. Tantangan tersebut termasuk persaingan yang ketat dan oversupply di pasar domestik.
Penjualan semen dalam negeri pada tahun 2024 tercatat mengalami penurunan. Perlambatan pembangunan infrastruktur pemerintah dan permintaan sektor properti yang belum pulih juga menjadi faktor penyebabnya.
Meskipun demikian, SMCB berhasil mencatatkan laba Rp 745 miliar pada tahun 2024. Prestasi ini didorong oleh volume penjualan semen dan terak sebesar 13,19 juta ton dan pendapatan Rp 11,82 triliun.
Keberhasilan SMCB ini juga didukung oleh pengelolaan keuangan yang baik, yang berhasil menurunkan beban keuangan sebesar 2,2% dibandingkan tahun 2023. Ke depan, perusahaan akan terus berfokus pada inovasi dan efisiensi untuk meningkatkan daya saing.
SMCB akan terus memperkuat daya saing melalui inovasi produk, kemudahan transaksi digital bagi pelanggan, serta efisiensi dan keandalan produksi. Semua upaya ini bertujuan untuk mempertahankan profitabilitas perusahaan di tengah persaingan yang ketat dan tantangan pasar. Komitmen terhadap keberlanjutan dan kolaborasi strategis diharapkan mampu membawa SMCB mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.











