Penulis buku `Rich Dad Poor Dad`, Robert Kiyosaki, kembali menjadi perbincangan hangat. Ia mengumumkan pembelian Bitcoin tambahan, menunjukkan optimisme yang kuat terhadap aset kripto tersebut. Pernyataan ini disampaikan Kiyosaki melalui platform X (sebelumnya Twitter) pada awal Juli 2025.
Kiyosaki, yang bukunya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi referensi utama literasi keuangan global, tetap teguh pada pandangannya. Ia melihat penurunan harga Bitcoin bukan sebagai ancaman, melainkan peluang investasi.
Robert Kiyosaki dan Strategi Kontra-Arus Investasinya
Kiyosaki dikenal sebagai investor yang berani mengambil langkah kontra-arus. Ia percaya bahwa penurunan harga aset merupakan kesempatan untuk menambah portofolio, khususnya aset riil. Pernyataan di platform X pada 4 Juli 2025 menegaskan hal tersebut.
“Para pecundang terus memperingatkan tentang jatuhnya bitcoin. Mereka ingin menakut-nakuti para spekulan. Saya berharap bitcoin jatuh. Saya hanya akan membeli lebih banyak,” tulisnya.
Pandangan Kiyosaki ini didasari oleh keyakinan akan nilai intrinsik Bitcoin. Menurutnya, Bitcoin, sama seperti emas dan perak, merupakan “uang sehat” yang berbeda dari sistem uang fiat yang dianggapnya tidak lagi dapat dipercaya. Ia melihat potensi besar dalam aset kripto ini di tengah ketidakstabilan ekonomi global.
Prediksi Bitcoin Menuju USD 1 Juta dan Pengalaman Pribadi Kiyosaki
Kiyosaki bahkan memprediksi harga Bitcoin akan mencapai USD 1 juta per koin. Optimisme ini ia sampaikan pada akhir Juni 2025. Ia mengakui risiko investasi tersebut, namun tetap yakin akan potensi keuntungan jangka panjang.
“Membeli bitcoin lagi hari ini. Saya sadar saya bisa saja salah dan mudah tertipu… Namun saya yakin bitcoin suatu hari nanti akan menjadi USD 1 juta per koin,” tulisnya.
Pengalaman pribadi Kiyosaki turut memperkuat keyakinannya. Ia mengaku membeli Bitcoin pertamanya dengan harga USD 6.000 dan sekarang, dengan harga sekitar USD 107.000, ia tetap membeli lebih banyak. Alasannya sederhana: potensi keuntungan yang sangat besar jika harga Bitcoin mencapai USD 1 juta.
Aset Riil sebagai Benteng di Tengah Sistem Keuangan yang “Palsu”
Kiyosaki secara konsisten mengkritik sistem keuangan konvensional dan uang fiat yang ia sebut sebagai “uang palsu”. Ia berpendapat sistem ini rentan manipulasi, dikendalikan oleh entitas besar seperti bank sentral dan pemerintah, terutama melalui inflasi dan pajak.
“Penabung adalah pecundang,” tegasnya, mengingatkan pentingnya berinvestasi pada aset riil.
Sebagai alternatif, Kiyosaki mendorong peralihan ke aset riil seperti emas, perak, dan Bitcoin. Ia melihat transisi global menuju sistem terdesentralisasi sebagai sebuah keniscayaan. Ia bahkan berpendapat bahwa jika masih hidup, George Washington pun akan menyukai Bitcoin.
Selain Bitcoin, Kiyosaki juga melihat potensi besar pada perak. Ia memprediksi kenaikan harga perak hingga 2 hingga 5 kali lipat di tahun tersebut. Meskipun mengakui ketidakpastian pasar, Kiyosaki tetap menyarankan untuk membeli Bitcoin sekarang juga, walau hanya sedikit. Ia yakin keputusan ini akan memberikan keuntungan besar di masa mendatang.
Meskipun pernyataan Kiyosaki ini menarik perhatian, penting diingat bahwa setiap keputusan investasi memiliki risiko. Penting untuk melakukan riset dan analisis mendalam sebelum berinvestasi di aset kripto. Pernyataan Kiyosaki merupakan pandangan pribadi dan bukan merupakan saran investasi. Perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi, mempertimbangkan toleransi risiko masing-masing individu.











