Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Jumat, 13 Juni 2025. Hal ini disampaikan oleh beberapa analis, yang melihat beberapa indikator positif di pasar saham.
Meskipun IHSG mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan Kamis, 12 Juni 2025, sejumlah analis tetap optimistis. Mereka melihat potensi kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental.
Prospek IHSG: Analisis Teknikal dan Fundamental
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG akan naik selama masih berada di atas level support 7.200.
Ia memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran support 7.150-7.200 dan resistance 7.240-7.260 pada Jumat.
Sementara itu, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar, mengamati tren kenaikan moderat pada IHSG.
Ia menyebutkan slope 20.19 dan r-squared 0.816 menunjukkan tren yang kuat dan konsisten.
IHSG berhasil bertahan di atas support 7.162 dan bergerak menuju resistance 7.254 dan 7.296.
Struktur indeks tetap sehat selama tidak terjadi breakdown di bawah 7.113, tambahnya.
Tasrul juga mencatat volatilitas indeks masih dalam batas normal, dengan deviasi standar 1.32.
Tekanan jual mulai mereda, ditunjukkan oleh RSI yang turun ke 31.30, mendekati zona oversold, memberi sinyal potensi rebound.
MFI stabil di 64.41, mengindikasikan arus dana masuk masih mendukung.
Indikator CMO (37.87) dan W%R (-39.79) menunjukkan momentum positif.
Secara keseluruhan, kondisi teknikal mendukung strategi “buy on pullback” selama indeks tidak menembus support kritis.
Kenaikan baru akan divalidasi jika IHSG mampu menembus resistance 7.297 dengan dorongan volume. Level kritis berada di 7.110.
Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Jumat, 13 Juni 2025
Fanny Suherman merekomendasikan beberapa saham untuk perdagangan Jumat.
Saham-saham tersebut antara lain PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
IHSG Kamis, 12 Juni 2025: Pelemahan Terbatas dan Sentimen Pasar
Pada perdagangan Kamis, 12 Juni 2025, IHSG ditutup turun 0,25% ke posisi 7.204,37.
Indeks LQ45 juga turun 0,32% ke posisi 807,88.
Sebanyak 311 saham melemah, sementara 272 saham menguat dan 223 saham stagnan.
Investor asing mencatatkan penjualan bersih saham senilai Rp 282,35 miliar.
Total frekuensi perdagangan mencapai 1.415.015 kali dengan volume 29,5 miliar saham.
Nilai transaksi harian mencapai Rp 13,6 triliun.
Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.196.
Sektor transportasi mencatatkan penguatan terbesar sebesar 1,32%.
Sektor teknologi mengalami koreksi terbesar sebesar 1,32%.
Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh melemahnya indeks kepercayaan konsumen pada Mei 2025.
Sentimen global juga turut mempengaruhi, dengan rencana Presiden AS untuk menetapkan tarif perdagangan sepihak.
Namun, Menteri Keuangan AS menyatakan kemungkinan perpanjangan jeda tarif bagi beberapa negara.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan analisis, bukan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.











