Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pelemahan tipis pada perdagangan Senin, 16 Juni 2025. Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel menjadi faktor utama yang mempengaruhi perkiraan tersebut.
Analis menilai, konflik ini akan berdampak signifikan terhadap saham-saham emiten di sektor minyak dan emas. Potensi koreksi IHSG perlu diwaspadai oleh para investor.
Potensi Koreksi IHSG dan Rekomendasi Saham
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi mengalami koreksi ringan. Level support diperkirakan berada di kisaran 7.090 hingga 7.120.
Namun, jika IHSG mampu bertahan di atas level support 7.120, maka potensi rebound masih terbuka. Level resistance diperkirakan berada di rentang 7.200 hingga 7.230.
Fanny merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Rukun Raharja (RAJA).
Dampak Eskalasi Konflik Iran-Israel terhadap Pasar Saham
Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, melihat volatilitas pasar saham dalam jangka pendek hingga menengah akan tetap tinggi.
Harga energi dan permintaan aset safe haven diprediksi akan terus meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu arus keluar dana asing yang signifikan dari pasar saham Indonesia.
Eskalasi konflik antara Iran dan Israel, yang ditandai dengan operasi militer besar-besaran Israel terhadap Iran pada Jumat, 13 Juni 2025, menjadi pemicu utama gejolak ini.
Balasan dari Iran semakin memperkeruh situasi. Konflik ini telah bergeser dari operasi rahasia dan perang proksi menjadi pertempuran militer langsung dengan intensitas tinggi.
Akibatnya, indeks Dow Jones turun 1,8% dan ditutup pada posisi 42.197,8, sementara indeks S&P 500 melemah 1,1% ke posisi 5.977 pada pekan lalu.
Lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 7,3% ke USD 73,0 per barel menjadi bukti dampak konflik tersebut.
Harga emas juga meningkat 1,4% menjadi USD 3.432 per troy ons, mencerminkan peningkatan permintaan aset safe haven.
Rully menyarankan sikap hati-hati terhadap saham Indonesia, dengan preferensi pada saham-saham terkait minyak dan emas seperti MEDC, ANTM, dan MDKA.
Beberapa faktor kunci perlu dipantau, termasuk serangan lanjutan Israel, potensi balasan Iran yang menargetkan Selat Hormuz, dan kemungkinan dimulainya kembali negosiasi nuklir atau upaya de-eskalasi.
Rekomendasi Teknikal dan Strategi Investasi
Berikut trading idea dari BNI Sekuritas untuk hari ini:
- MEDC: Spec Buy dengan area beli di 1370-1400, cutloss di bawah 1350. Target dekat di 1420-1480.
- BRMS: Spec Buy dengan area beli di 486-494, cutloss di bawah 484. Target dekat di 500-520.
- BKSL: Spec Buy dengan area beli di 122-126, cutloss di bawah 115. Target dekat di 130-135.
- HRTA: Spec Buy dengan area beli di 700-720, cutloss di bawah 680. Target dekat di 745-785.
- PGEO: Buy on Weakness dengan area beli di 1410-1435, cutloss di bawah 1390. Target dekat di 1470-1520.
- RAJA: Spec Buy dengan area beli di 2740-2780, cutloss di bawah 2720. Target dekat di 2930-3000.
Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab individu.
Lakukan riset dan analisis menyeluruh sebelum melakukan transaksi jual beli saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Situasi geopolitik yang dinamis dan tak terduga menuntut kewaspadaan ekstra bagi para investor. Memahami sentimen pasar dan melakukan diversifikasi portofolio merupakan langkah bijak dalam menghadapi ketidakpastian.











