Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan Rabu, 11 Juni 2025. Optimisme seputar pertemuan Amerika Serikat (AS) dan China menjadi pendorong utama potensi kenaikan ini.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG diperkirakan akan bergerak di antara level support 7.150-7.200 dan resistance 7.260-7.300.
Prospek IHSG Hari Ini
IHSG berhasil menembus resistance moving average (MA) 10 harian pada perdagangan Selasa, 10 Juni 2025.
Penutupan perdagangan kemarin menunjukkan kenaikan 1,65 persen, mencapai posisi 7.230,75. Angka ini mendekati rekor tertinggi sebelumnya di 7.240.
Meskipun ada indikasi potensi reversal tren, hal tersebut baru bisa dikonfirmasi jika IHSG menembus support pertama di bawah 7.140.
Meskipun terdapat aksi jual, Kiwoom Research menilai belum mendesak untuk melakukan aksi ambil untung besar-besaran.
Aksi beli saham oleh investor asing yang mencapai Rp 1,03 triliun turut mendukung optimisme ini.
Kiwoom Research merekomendasikan strategi *hold* dengan pengaturan *trailing stop* menggunakan moving average (MA) 20 harian (7.070) sebagai level support kedua untuk likuidasi portofolio secara bertahap.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Fanny Suherman merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan pada perdagangan Rabu, 11 Juni 2025.
Saham-saham tersebut antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
- ANTM: Strategi *Buy on Weakness* dengan area beli di 3.120-3.250, cutloss di bawah 3.050. Target dekat di 3.350-3.460.
- CUAN: Strategi *Spec Buy* dengan area beli di 12.775-12.850, cutloss di bawah 12.650. Target dekat di 13.000-13.325.
- INET: Strategi *Spec Buy* dengan area beli di 167-169, cutloss di bawah 165. Target dekat di 172-175.
- WIFI: Strategi *Spec Buy* dengan area beli di 2.030-2.050, cutloss di bawah 2.000. Target dekat di 2.090-2.120.
- AMRT: Strategi *Spec Buy* dengan area beli di 2.480-2.520, cutloss di bawah 2.480. Target dekat di 2.550-2.620.
- BRIS: Strategi *Buy on Weakness* dengan area beli di 2.450-2.500, cutloss di bawah 2.400. Target dekat di 2.600-2.650.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis menyeluruh sebelum berinvestasi.
IHSG pada Penutupan 10 Juni 2025
IHSG mengalami peningkatan signifikan pada perdagangan Selasa, 10 Juni 2025.
Penguatan ini didorong oleh mayoritas sektor saham yang mengalami kenaikan.
IHSG ditutup pada posisi 7.230,74, meningkat 1,65 persen. Indeks LQ45 juga naik 1,38 persen ke posisi 812,80.
Pada perdagangan tersebut, IHSG berada di level tertinggi 7.230,74 dan terendah 7.133,37. Tercatat 352 saham menguat, 261 saham melemah, dan 195 saham stagnan.
Volume perdagangan mencapai 29,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 17,9 triliun. Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.270.
Sektor teknologi mencatat kenaikan terbesar (3,54%), diikuti sektor transportasi (3,53%).
Sementara itu, sektor kesehatan turun 0,98% dan properti melemah 0,11%.
Peningkatan IHSG pasca libur panjang ini menunjukkan sentimen positif di pasar.
Namun, perlu diingat bahwa pasar saham selalu berisiko. Penting untuk selalu melakukan riset dan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
Secara keseluruhan, prospek IHSG untuk jangka pendek terlihat positif, didukung oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan mengingat volatilitas pasar saham yang dinamis. Pemantauan indikator kunci dan strategi manajemen risiko yang tepat sangat penting untuk melindungi portofolio investasi Anda.











