Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat pada perdagangan Selasa, 1 Juli 2025. Analisis menunjukkan potensi penguatan menuju rentang 6.992 hingga 7.050. Hal ini didasarkan pada penguatan IHSG pada Senin, 30 Juni 2025, yang mencapai 6.927, dengan volume pembelian yang signifikan.
Sejumlah analis telah memberikan prediksi dan rekomendasi saham untuk hari ini. Perbedaan pendapat muncul mengenai potensi pelemahan atau penguatan IHSG, namun sebagian besar sepakat bahwa peluang masih terbuka untuk kenaikan.
Prediksi IHSG dan Level Support-Resistance
Herditya, seorang analis (nama lengkap dan afiliasinya perlu ditambahkan jika tersedia dalam artikel asli), memprediksi IHSG berada dalam wave (b) dari wave (b). Ini mengindikasikan potensi penguatan menuju 6.992-7.050.
Namun, analis lain dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan potensi pelemahan terbatas, dengan support di 6.810-6.960 dan resistance di level yang sama.
Secara keseluruhan, meskipun ada perbedaan pandangan, mayoritas analis melihat peluang penguatan IHSG. Penting untuk memperhatikan pergerakan harga dalam jangka pendek.
Herditya juga mencatat level support IHSG di 6.752 dan 6.632, sedangkan resistance berada di 6.994 dan 7.085. Pergerakan IHSG di area 6.861-6.890 pada Selasa pekan ini perlu dicermati.
Rekomendasi Saham Pilihan
Herditya merekomendasikan empat saham untuk dipertimbangkan hari ini.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Saham ANTM menunjukkan penguatan dan volume pembelian yang tinggi. Herditya menyarankan strategi *buy on weakness* di rentang 2.910-3.000, dengan target harga 3.150 dan 3.340, serta stoploss di bawah 2.830.
- PT Bank Jago Tbk (ARTO): ARTO juga menunjukkan kinerja positif dengan volume pembelian yang tinggi. Rekomendasi *buy on weakness* diberikan di 1.685-1.755, dengan target harga 1.845 dan 1.905, dan stoploss di bawah 1.620.
- PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA): Herditya merekomendasikan strategi *spec buy* di 635-655, dengan target harga 710 dan 775, serta stoploss di bawah 625.
- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR): SMGR mengalami penguatan disertai peningkatan volume pembelian. Rekomendasi *buy on weakness* diberikan di 2.620-2.680, dengan target harga 2.780 dan 2.850, serta stoploss di bawah 2.560.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Ketidakpastian Tarif Dagang AS
PT Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat ketidakpastian terkait kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) pada semester kedua tahun ini. Tenggat waktu 9 Juli ditetapkan sebagai batas waktu bagi negara-negara untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS.
Kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada kenaikan tarif hingga lebih dari 10%. Negara-negara yang masih dalam negosiasi termasuk China, Uni Eropa, India, Jepang, dan Kanada.
Meskipun negosiasi dengan beberapa negara menunjukan perkembangan positif, terutama China dan Uni Eropa, tekanan tarif dagang tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi.
Kanada menghadapi potensi penerapan tarif baru dari AS, menambah ketidakpastian pasar. Hubungan perdagangan AS-Kanada yang besar berpotensi terdampak signifikan.
Ketidakpastian tarif dagang ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pergerakan IHSG. Perkembangan terbaru mengenai negosiasi tarif ini perlu dipantau secara ketat.
Sebagai penutup, perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi memiliki risiko. Analisis menyeluruh dan pemahaman yang mendalam tentang kondisi pasar sangat penting sebelum melakukan transaksi jual beli saham. Informasi di atas hanya sebagai referensi dan bukan merupakan ajakan untuk berinvestasi.











