Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini melaporkan keuangan publik pertamanya sejak menjabat kembali pada Januari 2025. Laporan yang dirilis Jumat, 13 Juni 2025, memberikan detail menarik mengenai aset-asetnya, termasuk pendapatan signifikan dari penjualan token kripto. Laporan tersebut memicu beragam reaksi, baik dari kalangan bisnis maupun politik.
Data yang diungkap menunjukkan kekayaan Trump yang beragam, mulai dari aset kripto hingga properti real estat. Pendapatannya yang menonjol berasal dari penjualan token di perusahaan kripto World Liberty Financial. Ini menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan tersebut.
Pendapatan Kripto dan Aset Lainnya
Trump melaporkan pendapatan sebesar USD 57,35 juta (sekitar Rp 934,94 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.392 per dolar AS) dari penjualan token World Liberty Financial. Ia juga menyatakan masih memiliki 15,75 miliar token perusahaan tersebut. Meskipun laporan tersebut ditandatangani pada 13 Juni 2025, periode waktu yang dicakupnya tidak secara spesifik disebutkan. Namun, detail yang ada menunjukkan data tersebut hingga akhir Desember 2024.
Laporan keuangan juga mencantumkan pendapatan dari berbagai sumber lainnya. Resor-resor golf milik Trump di Florida, termasuk Jupiter, Doral, dan West Palm Beach, serta klub pribadinya di Mar-a-Lago, menghasilkan pendapatan total USD 217,7 juta (sekitar Rp 3,54 triliun).
Pendapatan tambahan juga tercatat dari lisensi dan pembangunan di Vietnam, mencapai USD 5 juta (sekitar Rp 81,51 miliar). Sebagian besar kekayaannya, terutama yang tercatat di atas kertas, terikat pada saham di Trump Media dan Technology Group, perusahaan induk platform media sosial Truth Social.
Minat Perusahaan China terhadap Aset Kripto Trump
Sebuah perusahaan logistik dan garmen asal Tiongkok, Addentax Group, mengumumkan rencana ambisius untuk mengakuisisi aset kripto senilai USD 800 juta (sekitar Rp 13,2 triliun). Pengumuman tersebut dilakukan pada 15 Mei 2025, dan mencakup pembelian 8.000 Bitcoin serta token-token bertema, termasuk TRUMP, sebuah memecoin yang cukup populer.
Addentax berencana untuk menukar saham biasa kepada pemegang kripto besar sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan. Mereka menyatakan telah bernegosiasi dengan pemegang kripto “substansial dan berpengaruh” yang secara kolektif memiliki sekitar 8.000 Bitcoin. Meskipun belum ada kesepakatan resmi, langkah ini mencerminkan minat yang meningkat terhadap aset digital.
Reaksi Pasar dan Spekulasi Politik
Pasar merespons pengumuman Addentax dengan skeptis. Saham perusahaan turun lebih dari 8% setelah berita tersebut dirilis. Kecemasan investor tampaknya berkaitan dengan pergeseran strategi bisnis yang cukup signifikan ini. Langkah Addentax juga memicu spekulasi politik, mengingat operasi perusahaan di sektor logistik lintas negara yang sebelumnya terdampak ketegangan dagang AS-Tiongkok.
Dua minggu sebelum pengumuman Addentax, perusahaan logistik lain juga dilaporkan membeli token TRUMP senilai USD 20 juta. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya keterkaitan antara strategi bisnis dan geopolitik dalam pembelian aset kripto ini.
Kepemilikan Jangka Panjang dan Prospek Pasar
CEO Addentax, Hong Zhida, menjelaskan bahwa pembelian aset kripto merupakan bagian dari strategi blockchain perusahaan yang lebih luas. Mereka percaya bahwa aset digital yang mapan dapat menjadi komponen stabil dalam kepemilikan jangka panjang, mengingat likuiditas dan minat institusional yang terus meningkat.
Penguatan pasar kripto global belakangan ini juga dipengaruhi oleh pengumuman penurunan tarif dagang antara AS dan Tiongkok. Penurunan tarif impor tersebut dapat memberikan dampak positif pada aktivitas perdagangan internasional dan mempengaruhi sentimen pasar kripto.
Sebagai penutup, laporan keuangan Donald Trump dan rencana akuisisi aset kripto oleh Addentax Group mencerminkan tren yang menarik di persimpangan antara politik, bisnis, dan teknologi. Perkembangan ini patut diperhatikan, mengingat dampaknya yang potensial terhadap lanskap ekonomi dan geopolitik global. Ketidakpastian tetap ada, dan diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk memahami implikasi jangka panjang dari semua perkembangan ini.











