Satoshi Nakamoto, sosok misterius pencipta Bitcoin, kini menduduki peringkat ke-11 orang terkaya di dunia. Berdasarkan data Arkham Intelligence, ia diperkirakan memiliki 1,096 juta Bitcoin (BTC), bernilai total USD 129,23 miliar atau sekitar Rp 2.102 triliun (kurs Rp 16.268 per USD).
Kekayaan ini bahkan melampaui kekayaan pendiri Dell Technologies, Michael Dell. Ini menunjukkan potensi luar biasa dari aset kripto dan dampaknya pada peta kekayaan global.
Kekayaan Satoshi Nakamoto Melejitkan Posisinya di Daftar Orang Terkaya
Meskipun belum secara resmi terdaftar dalam daftar miliarder real-time Forbes, jumlah Bitcoin yang dimiliki Nakamoto menempatkannya sejajar dengan para tokoh teknologi ternama seperti Sergey Brin (Google) yang berada di peringkat ke-10.
Kepemilikan aset digital yang signifikan ini menjadikan Nakamoto sebagai salah satu pemain kunci di dunia kripto dan keuangan global. Keberadaan aset kripto ini juga berpotensi mengubah lanskap ekonomi secara keseluruhan.
Potensi Satoshi Nakamoto Menjadi Orang Terkaya di Dunia
Data dari Nansen menunjukkan Bitcoin baru-baru ini mencapai harga tertinggi baru di atas USD 120.000. Jika harga Bitcoin terus meningkat, potensi Nakamoto untuk melampaui Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia sangat terbuka.
Jika harga Bitcoin mencapai USD 366.241, total aset Nakamoto akan bernilai sekitar USD 401 miliar, sedikit di bawah kekayaan Elon Musk saat ini (USD 404 miliar).
Prediksi Harga Bitcoin Menuju USD 400.000
Sejumlah analis memprediksi kenaikan harga Bitcoin hingga USD 400.000. Prediksi ini didasarkan pada model jaringan dan hukum Metcalfe, serta perkiraan peningkatan permintaan institusional.
Trader anonim apsk32, pendiri BitMEX Arthur Hayes, dan Matt Hougan dari Bitwise memberikan perkiraan yang berbeda-beda, namun semuanya menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan.
Analisis Harga Bitcoin dan Momentum Pasar
Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin meningkat lebih dari 9,6%, dari USD 108.301 menjadi USD 123.000. Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar USD 119.717.
Markus Thielen dari 10x Research bahkan memperkirakan peluang 60% harga Bitcoin naik 20% lagi dalam dua bulan ke depan, mencapai USD 133.000 pada September. Ini menunjukkan momentum pasar yang kuat.
Kepemilikan Institusional Bitcoin Masih Jauh Tertinggal
Meskipun kepemilikan Bitcoin oleh institusi seperti perusahaan dan kustodian mencapai 847.000 BTC, jumlah ini masih jauh lebih kecil daripada yang dimiliki Nakamoto.
Sebagai perbandingan, beberapa tokoh ternama di industri kripto seperti Winklevoss (70.000 BTC), Tim Draper (30.000 BTC), dan Michael Saylor (17.732 BTC) memiliki jumlah yang jauh lebih sedikit.
- Yang menarik, Nakamoto belum pernah memindahkan atau menggunakan satu pun Bitcoin yang dimilikinya sejak awal. Ini menjadi misteri tersendiri.
- Eric Balchunas membandingkan Nakamoto dengan Jack Bogle, menunjukkan bahwa kekayaan besar tidak selalu identik dengan gaya hidup mewah.
Meskipun diperlukan kenaikan harga Bitcoin yang signifikan untuk menyalip kekayaan Elon Musk, tren pasar saat ini dan terbatasnya pasokan Bitcoin memberi peluang besar bagi Nakamoto untuk mendominasi puncak daftar orang terkaya di dunia.
Kesimpulannya, misteri di balik Satoshi Nakamoto dan kekayaan Bitcoinnya terus menarik perhatian. Potensi kenaikan harga Bitcoin yang signifikan berdampak besar pada posisi Nakamoto dalam daftar orang terkaya, bahkan berpeluang menjadi orang terkaya dunia. Namun, perlu diingat bahwa investasi kripto memiliki risiko tinggi, dan setiap keputusan investasi harus didasarkan pada riset dan analisis yang mendalam.











