Harga Bitcoin (BTC) tetap kokoh meskipun terjadi koreksi jangka pendek di pasar kripto. Data IntoTheBlock menunjukkan lebih dari 93% pemegang Bitcoin saat ini untung. Dominasi Bitcoin di pasar kripto juga meningkat tajam, mencapai 64% menurut CoinMarketCap, menunjukkan pergeseran sentimen investor ke aset yang dianggap lebih aman.
Namun, di balik kekuatan tersebut, terdapat beberapa sinyal yang perlu diperhatikan. Meskipun sebagian besar investor Bitcoin tengah menikmati keuntungan, ada beberapa indikator yang menunjukkan potensi perlambatan pertumbuhan.
Bitcoin: Keuntungan Besar, Permintaan Terbatas
Meskipun sebagian besar pemegang Bitcoin merasakan keuntungan, data dari CryptoQuant menunjukkan penurunan permintaan bersih sebesar 895.000 BTC dalam 30 hari terakhir. Penurunan ini membatasi potensi kenaikan harga yang biasanya didorong oleh pembelian institusional.
Meskipun perusahaan besar seperti MicroStrategy terus mengakumulasi Bitcoin, pertumbuhan permintaan yang tidak cukup kuat menahan laju kenaikan harga secara signifikan. Kondisi ini menciptakan situasi yang menarik di mana sebagian besar investor untung, tetapi permintaan yang lesu menghalangi pertumbuhan harga yang lebih agresif.
Analisis Pasar: Antara Optimisme dan Ketidakpastian
Indeks saham AS seperti S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi, tetapi Bitcoin belum mampu mengikuti reli tersebut. Harga Bitcoin naik sekitar 15% di paruh pertama tahun 2025, tetapi angka ini masih di bawah ekspektasi pasar.
Penurunan antusiasme investor ritel mungkin menjadi salah satu faktor penyebabnya. Pergerakan harga Bitcoin saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh aksi para investor besar (“paus”). Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar USD 108.081, dengan grafik mingguan menunjukkan tren netral. Tanpa katalis baru, pergerakan harga kemungkinan besar akan terbatas di kisaran USD 107.000 hingga USD 110.000.
Munculnya “Whale” Bitcoin: Transaksi Raksasa dan Implikasinya
Dua dompet Bitcoin yang tidak aktif selama bertahun-tahun tiba-tiba aktif kembali dan memindahkan total 20.000 BTC (sekitar USD 2,18 miliar). Dompet pertama, yang membeli 10.000 BTC pada April 2011 dengan harga USD 0,78, kini memiliki aset senilai lebih dari Rp 17,6 triliun.
Dompet kedua juga memindahkan 10.000 BTC, menambahkan lebih banyak dinamika pada pasar. Kejadian ini menunjukkan keuntungan luar biasa bagi investor awal Bitcoin. Namun, hingga saat ini belum jelas apakah kedua dompet tersebut dimiliki oleh individu atau entitas yang sama.
Aksi ini terjadi bertepatan dengan “Crypto Week” di Kongres AS, di mana tiga RUU penting akan dibahas. RUU tersebut membahas regulasi pasar kripto, penolakan mata uang digital bank sentral (CBDC), dan regulasi stablecoin.
Ketiga RUU tersebut diusung oleh Partai Republik (GOP), yang bertujuan untuk menjadikan AS sebagai pemimpin dunia dalam regulasi aset digital. Ini menunjukkan upaya besar untuk membentuk kerangka regulasi yang jelas dan komprehensif untuk industri kripto di Amerika Serikat.
Secara keseluruhan, pasar Bitcoin saat ini berada dalam situasi yang menarik. Meskipun sebagian besar investor untung, permintaan yang lesu dan ketidakpastian pasar global perlu diwaspadai. Kejadian transaksi besar dan perkembangan regulasi di AS akan mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin ke depan. Penting bagi investor untuk selalu memantau perkembangan pasar dan melakukan riset yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi.











