Bitcoin kembali mencetak rekor tertinggi, hampir mencapai USD 119.000 per koin. Nilai ini setara dengan lebih dari Rp 1,9 miliar dengan kurs Rp 16.216 per USD, setelah sebelumnya berkonsolidasi di kisaran Rp 1,83 miliar hingga Rp 1,88 miliar. Kenaikan ini tentu menarik perhatian banyak investor.
Namun, peringatan disampaikan oleh analis kripto ternama CrediBULL Crypto. Ia menyarankan agar investor tidak terburu-buru mengejar keuntungan Bitcoin secara membabi buta. Menurutnya, peluang investasi yang lebih menjanjikan saat ini justru berada di pasar altcoin.
Bitcoin Sudah Terlalu Tinggi, Risiko Meningkat
CrediBULL Crypto menjelaskan bahwa harga Bitcoin telah meningkat lebih dari 650% dari zona akumulasi idealnya. Hal ini disampaikan melalui platform X (sebelumnya Twitter).
Ia menekankan bahwa peluang keuntungan besar kini lebih terlihat pada altcoin, meskipun Bitcoin masih memimpin pergerakan pasar secara keseluruhan. Pembelian Bitcoin pada level harga saat ini hanya direkomendasikan untuk trader berpengalaman yang memahami manajemen risiko dengan baik.
Bagi investor yang tidak memiliki strategi dan pemahaman risiko yang matang, disarankan untuk menghindari pembelian Bitcoin pada saat ini. Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing individu.
Altcoin Menunjukkan Potensi Kenaikan Signifikan
Pendapat CrediBULL sejalan dengan beberapa tokoh berpengaruh di dunia kripto, seperti mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, dan YouTuber Crypto Rover. Mereka membandingkan situasi pasar saat ini dengan periode November 2024, di mana altcoin mengalami reli besar setelah lonjakan harga Bitcoin.
Arthur Hayes bahkan telah mengubah pandangannya yang sebelumnya pesimis. Ia kini menyatakan altcoin memiliki potensi reli yang sangat kuat dan menyebutnya “altcoin monster”.
Maelstrom Fund, yang dikelola Hayes, telah meningkatkan alokasi asetnya ke altcoin. Hal ini didorong oleh optimisme terhadap kebijakan ekonomi dan politik global.
Analisis Pasar Kripto: Bitcoin Kuat, Altcoin Lebih Cepat Naik
Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa kenaikan harga Bitcoin saat ini berbeda dari siklus sebelumnya. Kenaikan ini bukan semata-mata didorong oleh euforia, melainkan oleh akumulasi strategis dan tekanan jual yang rendah.
Beberapa indikator kunci, seperti rasio MVRV (saat ini 2,2 dibandingkan 2,7 pada puncak sebelumnya), SOPR, dan MPI, menunjukkan tren positif yang berpotensi berlanjut.
Penurunan saldo Bitcoin di bursa kripto sebesar 21% dalam empat bulan terakhir juga menandakan banyak investor memilih untuk menahan aset mereka daripada menjual.
Meskipun Bitcoin menunjukkan kekuatan, beberapa altcoin seperti Ethereum (ETH), Cardano (ADA), Hyperliquid (HYPE), dan Solana (SOL) justru menunjukkan peningkatan persentase yang lebih signifikan.
- Ethereum (ETH) mengalami kenaikan lebih dari 18% dalam seminggu terakhir, jauh di atas kenaikan Bitcoin yang hanya 8,9%. ETH saat ini di kisaran Rp 48,6 juta (USD 3.000) dan berpotensi mencapai Rp 54,1 juta–Rp 56,7 juta (USD 3.350–USD 3.500).
- Cardano (ADA) melonjak 23,7%, mencapai Rp 10.360 (USD 0,64) dan diperkirakan akan menuju Rp 16.216 (USD 1).
- Hyperliquid (HYPE) mencapai rekor tertinggi di Rp 749.785 (USD 46,25) dan mengincar ambang psikologis Rp 810.800 (USD 50).
- Solana (SOL) juga menunjukkan momentum positif, berada di atas Rp 2,65 juta (USD 164) dan berpotensi menembus Rp 2,92 juta (USD 180).
Kesimpulannya, meskipun Bitcoin masih menjadi pemain utama di pasar kripto dan menunjukkan tanda-tanda kekuatan fundamental, potensi keuntungan yang signifikan saat ini tampaknya lebih terlihat pada beberapa altcoin. Namun, investor harus selalu melakukan riset dan memahami risiko sebelum melakukan keputusan investasi apapun di pasar kripto yang sangat fluktuatif ini. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor.











