PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen senilai Rp3,83 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 12 Juni 2025. Jumlah dividen tersebut setara dengan 75% dari laba bersih PTBA sepanjang tahun buku 2024.
Sisa laba bersih sebesar 25% akan dialokasikan sebagai saldo laba yang belum dicadangkan. RUPST juga menyepakati perubahan susunan pengurus perusahaan untuk periode 2025. Berikut rinciannya:
Susunan Pengurus PT Bukit Asam Tbk 2025
RUPST PTBA menghasilkan perubahan signifikan dalam susunan dewan komisaris dan direksi. Perombakan ini bertujuan untuk memperkuat kinerja perusahaan di masa mendatang.
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris PTBA kini diisi oleh tujuh orang profesional berpengalaman di bidangnya. Mereka akan mengawasi kinerja direksi dan memastikan perusahaan berjalan sesuai rencana.
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Bambang Ismawan
- Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni
- Komisaris Independen: Suko Hartono
- Komisaris: Dalu Agung Darmawan
- Komisaris: Zaelani
- Komisaris: Ferial Martifauzi
- Komisaris: Lana Saria
Direksi
Direksi PTBA juga mengalami perubahan. Tim direksi yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan secara signifikan.
- Direktur Utama: Arsal Ismail
- Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Una Lindasari
- Direktur Komersial: Verisca Hutanto
- Direktur Operasi & Produksi: Ilham Yacob
- Direktur Sumber Daya Manusia: Ihsanudin Usman
- Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto
Kinerja Keuangan PT Bukit Asam Tbk Tahun Buku 2024
PTBA mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2024. Pendapatan perusahaan mencapai angka yang mengesankan, didukung oleh peningkatan penjualan baik di pasar domestik maupun ekspor.
PTBA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp42,76 triliun. Laba bersih yang diraih mencapai Rp5,10 triliun, dengan EBITDA sebesar Rp8,30 triliun. Kenaikan pendapatan terutama didorong oleh penjualan ekspor yang mencapai 20,26 juta ton, meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan domestik juga menunjukkan pertumbuhan positif, naik 6 persen menjadi 22,64 juta ton. Total penjualan batu bara PTBA pada tahun 2024 mencapai 42,89 juta ton, atau tumbuh 16 persen secara tahunan. Meskipun pasar domestik masih mendominasi (53 persen), porsi ekspor terus meningkat dan kini mencapai 47 persen.
Agenda RUPST dan Total Aset PTBA
RUPST PTBA tahun buku 2024 membahas berbagai agenda penting, termasuk persetujuan laporan keuangan dan rencana penggunaan laba. Total aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan positif.
RUPST membahas enam agenda utama, antara lain persetujuan laporan tahunan dan keuangan, penggunaan laba, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, penunjukan auditor eksternal, persetujuan perubahan peraturan dana pensiun, dan perubahan susunan pengurus. Perlu diperhatikan bahwa total aset PTBA per 31 Desember 2024 mencapai Rp41,79 triliun, menunjukkan peningkatan 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini menandakan kekuatan fundamental perusahaan, meskipun menghadapi tantangan seperti koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar global. Rata-rata harga batu bara ICI-3 misalnya, tercatat turun 12 persen menjadi USD 74,19 per ton di 2024, sementara harga batu bara Newcastle turun 22 persen menjadi USD 134,85 per ton.
Meskipun demikian, Direktur Utama Arsal Ismail menyatakan rasa syukur atas pencapaian positif PTBA di tahun buku 2024. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada industri pertambangan Indonesia. Ke depan, PTBA perlu terus beradaptasi dengan dinamika pasar dan mempertahankan kinerja positifnya.











