PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). IPO ini menandai langkah signifikan PSAT dalam memperkuat posisi di sektor pelayaran dan logistik. Dengan prospek bisnis yang menjanjikan dan komitmen dividen yang menarik, PSAT menarik perhatian para investor.
PSAT menawarkan sebanyak-banyaknya 222.353.000 saham biasa, setara 15% dari modal disetor penuh pasca-IPO. Harga penawaran saham berkisar antara Rp850 hingga Rp900 per saham. Total nilai emisi maksimal mencapai Rp200,12 miliar. Periode penawaran berlangsung pada 2-4 Juli 2025, dengan pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 8 Juli 2025. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan komitmen penuh.
Detail Penawaran Saham PSAT dan Alokasi Dana
Saham yang ditawarkan dalam IPO PSAT seluruhnya merupakan saham baru yang berasal dari portepel perusahaan. Investor yang berpartisipasi akan memiliki hak yang sama dengan pemegang saham lainnya, termasuk hak atas dividen, hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas saham bonus, dan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis PSAT. Sebesar Rp175 miliar akan digunakan untuk penambahan modal ke anak usaha, PT Pancaran Karya Shipping (PKS). Dana ini ditujukan untuk pembelian dua kapal bulk carrier dari pihak afiliasi, PT Pancaran Maritim Transportindo, berdasarkan perjanjian jual beli yang telah disepakati.
Pembelian kapal akan diawasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen. Sisa dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian bahan bakar kapal.
Kebijakan Dividen Menarik PSAT: Potensi Keuntungan bagi Investor
PSAT menawarkan kebijakan dividen yang sangat menarik bagi investor. Perusahaan berkomitmen untuk membagikan seluruh laba ditahan setelah dikurangi cadangan wajib dalam bentuk tunai. Besaran dividen yang dibagikan akan mencapai maksimal 100% dari laba bersih.
Meskipun demikian, realisasi pembagian dividen tetap bergantung pada keputusan RUPS Tahunan setiap tahunnya, serta memperhatikan kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha. Hal ini tentunya akan dipertimbangkan dengan matang untuk menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada investor dan kebutuhan perusahaan.
Kinerja Keuangan PSAT yang Konsisten
Kinerja keuangan PSAT dalam tiga tahun terakhir cukup konsisten dan menjanjikan. Pada tahun 2024, PSAT membukukan laba bersih sebesar Rp243 miliar, meningkat dari Rp262 miliar pada 2023 dan Rp167 miliar pada 2022. Hal ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Dengan komitmen dividen yang tinggi dan kinerja keuangan yang solid, saham PSAT berpotensi menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan rutin dan pertumbuhan jangka panjang.
Fundamental Kuat Menopang Prospek PSAT
Fundamental PSAT terlihat solid berdasarkan laporan keuangan 2024. Pendapatan perusahaan mencapai Rp980 miliar dengan laba bersih Rp243 miliar, menghasilkan margin laba bersih hampir 25%. Rasio *Return on Equity* (ROE) mencapai 20,71%, menunjukkan efisiensi yang tinggi dalam menghasilkan keuntungan dari modal sendiri.
Struktur keuangan PSAT juga sehat. Rasio liabilitas terhadap ekuitas hanya 0,28 kali, menunjukkan rendahnya tingkat utang. Rasio lancar mencapai 3,52, menandakan likuiditas tinggi dan kemampuan membayar kewajiban jangka pendek yang kuat.
Dengan kombinasi fundamental yang kuat, prospek bisnis pengangkutan batubara dan nikel yang menjanjikan, serta komitmen pembagian dividen hingga 100%, PSAT menjadi emiten baru yang patut dipertimbangkan. Saham PSAT berpotensi menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari investasi jangka panjang dengan potensi pendapatan pasif yang signifikan. Namun, seperti investasi lainnya, potensi risiko juga perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.











