PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) optimis terhadap pertumbuhan industri rumah sakit di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Optimisme ini didorong oleh peningkatan kebutuhan layanan kesehatan akibat pertumbuhan populasi dan peningkatan usia penduduk.
Presiden Direktur SAME, Jusup Halimi, menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang memadai seiring dengan bertambahnya usia penduduk. Hal ini menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan sektor rumah sakit.
Prospek Cerah Industri Rumah Sakit Indonesia
Meningkatnya usia harapan hidup berdampak langsung pada peningkatan kebutuhan layanan kesehatan. Permintaan layanan medis umum dan spesialis akan terus meningkat.
Layanan medis spesialis, khususnya untuk operasi, diprediksi akan semakin tinggi, terutama untuk kelompok usia lanjut. Ini merupakan peluang besar bagi sektor rumah sakit.
Meskipun penyakit tropis seperti demam berdarah belum menunjukkan lonjakan signifikan di awal tahun 2025, SAME tetap yakin sektor ini akan terus berkembang. Perkembangan dunia medis dan peningkatan kompetensi dokter turut menjadi faktor pendukung.
Tantangan dan Pertumbuhan di Awal Tahun 2025
SAME mengakui bahwa pertumbuhan bisnis rumah sakit di awal tahun 2025 tidak sekuat tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pasien hanya terjadi dalam skala kecil (single digit).
Berbeda dengan awal tahun 2024, dimana lonjakan kasus penyakit tropis menyebabkan peningkatan jumlah pasien yang signifikan. Kondisi ini tidak terulang di awal tahun 2025.
Meskipun ada fluktuasi jumlah pasien akibat penyakit musiman, SAME tetap optimis terhadap pertumbuhan jangka panjang industri rumah sakit. Investasi di sektor kesehatan juga semakin menarik minat investor.
Minat Investasi yang Meningkat
Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor, termasuk yang sebelumnya tidak terkait dengan kesehatan, kini tertarik berinvestasi di bidang ini. Hal ini menunjukkan potensi besar sektor kesehatan di masa depan.
Sebagai contoh, perusahaan yang sebelumnya fokus di bidang otomotif kini turut mengembangkan divisi di sektor kesehatan. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan industri rumah sakit.
SAME Berinvestasi di Teknologi Canggih
SAME berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan berinvestasi pada teknologi terkini. Salah satu langkahnya adalah memperkenalkan teknologi Robotic Assisted Surgery.
Teknologi Robotic Assisted Surgery akan diterapkan di EMC Alam Sutera sebelum akhir tahun 2025. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dokter dan akurasi operasi.
Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi risiko operasi dan mempercepat masa pemulihan pasien. SAME menyadari pentingnya investasi berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di Asia Tenggara.
Investasi di Peralatan Medis Canggih
Selain Robotic Assisted Surgery, SAME juga berinvestasi dalam peralatan medis canggih lainnya. PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), anak usaha SAME, mengalokasikan Rp 200 miliar untuk membeli mesin PET/CT Scanner Biograph Vision Quadra.
Mesin PET/CT Scanner Biograph Vision Quadra merupakan salah satu alat pemindai kanker tercanggih di dunia. Saat ini mesin tersebut telah terpasang dan menunggu persetujuan dari BAPETEN dan Kemenkes.
Secara keseluruhan, SAME optimis terhadap prospek industri rumah sakit Indonesia. Komitmen SAME dalam berinvestasi di teknologi dan peningkatan kualitas layanan akan memperkuat posisinya di pasar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan usia penduduk dan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.











