Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia tengah menghadapi tantangan pendanaan yang signifikan. Pemerintah membutuhkan tambahan anggaran yang cukup besar untuk memastikan program ini dapat berjalan lancar hingga akhir tahun 2025 dan menjangkau seluruh penerima manfaat yang ditargetkan. Hal ini diungkap dalam sebuah rapat dengar pendapat antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR RI.
Saat ini, BGN telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program MBG. Namun, kebutuhan anggaran sebenarnya jauh lebih besar. Untuk memenuhi kebutuhan 82,9 juta penerima manfaat sesuai rencana, total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp116,6 triliun. Ini berarti masih ada defisit anggaran yang perlu segera diatasi.
Defisit Anggaran MBG dan Kebutuhan Tambahan Dana
Badan Gizi Nasional (BGN) membutuhkan tambahan dana sebesar Rp50 triliun untuk menutup defisit anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Anggaran tersebut akan digunakan untuk memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh target penerima manfaat hingga Desember 2025.
Dengan tambahan dana tersebut, total anggaran MBG akan mencapai Rp121 triliun. Jumlah ini diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun.
Peningkatan Target SPPG dan Penyerapan Anggaran
Selain defisit anggaran, peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi faktor yang mempengaruhi kebutuhan anggaran MBG. BGN menargetkan jumlah SPPG akan meningkat hingga 30.000 pada Desember 2025.
Peningkatan jumlah SPPG ini akan berdampak pada peningkatan kebutuhan anggaran. BGN telah menyusun rencana penyerapan anggaran yang akan meningkat secara bertahap sepanjang tahun 2025. Pada bulan Juni ditargetkan penyerapan mencapai Rp4,7 triliun, kemudian melonjak hingga Rp16 triliun di bulan Juli.
Proyeksi Penyerapan Anggaran MBG Tahun 2025
Berikut proyeksi penyerapan anggaran MBG untuk sisa tahun 2025:
- Juni: Rp4,7 triliun
- Juli: Rp16 triliun
- Agustus: Rp28 triliun
- September: Rp51 triliun
- Oktober: Rp60 triliun
- November: Rp88 triliun
- Desember: Rp116 triliun
Proyeksi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penyerapan anggaran pada paruh kedua tahun 2025. Peningkatan ini sejalan dengan target peningkatan jumlah SPPG dan perluasan jangkauan penerima manfaat MBG.
Dukungan Internasional untuk Program MBG
Program MBG juga mendapatkan perhatian dari internasional. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Bill Gates, pendiri Microsoft, akan mengunjungi Indonesia pada 7 Mei 2025.
Kunjungan Bill Gates ini salah satunya untuk memberikan dukungan terhadap program MBG. Prabowo menyatakan bahwa Bill Gates telah lama ingin bertemu dengannya dan menyatakan dukungannya terhadap program ini. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi keberlangsungan MBG.
Apresiasi dan Komitmen Pemerintah
Meskipun mendapatkan dukungan internasional, pemerintah tetap berkomitmen untuk memastikan keberhasilan program MBG. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada bantuan internasional, tetapi juga pada komitmen pemerintah dalam mengalokasikan anggaran yang cukup.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Bill Gates, namun menegaskan bahwa keberhasilan program MBG adalah prioritas utama dan akan terus diupayakan, terlepas dari adanya bantuan atau tidak. Program ini dianggap sebagai investasi untuk masa depan anak-anak Indonesia dan pengurangan angka kemiskinan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan program penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Meskipun terdapat tantangan dalam hal pendanaan, dukungan dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun internasional, menjadi angin segar bagi keberhasilan program ini. Semoga dengan adanya tambahan anggaran dan komitmen dari pemerintah, program MBG dapat terlaksana dengan optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.











