PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), perusahaan pengelola jaringan Primaya Hospital, meluas-kan jangkauannya di Jawa Barat. Anak usahanya, PT Fortuna Melinda Rajawali (FMR), resmi mengambil alih pengelolaan penuh Rumah Sakit Rajawali Bandung. Kemitraan strategis ini terjalin dengan Yayasan Kemanusiaan Bandung Indonesia (YKBI), pemilik rumah sakit tersebut. Langkah ekspansi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Primaya Hospital dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Akta Perjanjian No. 40 pada 30 Juni 2025. Perjanjian tersebut memberikan hak eksklusif kepada FMR selama 60 tahun untuk mengelola seluruh operasional RS Rajawali Bandung.
Primaya Hospital Mengambil Alih Pengelolaan RS Rajawali Bandung
FMR akan bertanggung jawab atas seluruh aspek operasional rumah sakit. Ini termasuk manajemen, perizinan, sumber daya manusia, keuangan, aset, dan pengembangan fasilitas.
Sebagai kompensasi, FMR akan membayar YKBI sebesar Rp 120 juta per tahun. Direksi PRAY memastikan transaksi ini transparan dan bebas dari konflik kepentingan, meskipun terdapat afiliasi melalui kesamaan pengurus antara FMR dan YKBI.
Transaksi ini dinilai wajar oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan. Proyeksi keuangan menunjukkan peningkatan aset, ekuitas, dan laba bersih setelah kerja sama ini diterapkan.
Strategi Penguatan Merek dan Ekspansi Pasar
Primaya Hospital berencana mengganti nama RS Rajawali Bandung menjadi “Primaya Rajawali Hospital”. Pergantian nama ini merupakan bagian dari strategi penguatan merek Primaya Hospital di Indonesia.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk memperkuat jaringan rumah sakit Primaya di wilayah Bandung dan Jawa Barat. Dengan pengelolaan penuh, seluruh pendapatan rumah sakit akan langsung terkonsolidasi dalam laporan keuangan PRAY.
Investasi Saham dan Kepercayaan Pasar
Komisaris Utama PRAY, Yos Effendi Susanto, menunjukkan kepercayaan terhadap prospek perusahaan. Ia telah membeli 3.604.200 saham PRAY pada 29 Desember 2023 dengan harga Rp 720 per saham.
Total investasi mencapai Rp 2,59 miliar. Setelah pembelian ini, kepemilikan saham Yos Effendi Susanto di PRAY meningkat menjadi 111.556.600 saham atau 0,80 persen.
Dampak Akuisisi terhadap Keuangan PRAY
Akuisisi RS Rajawali Bandung diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap keuangan PRAY. Peningkatan aset, ekuitas, dan laba bersih merupakan beberapa keuntungan yang diharapkan.
Laporan KJPP telah mengkonfirmasi kewajaran transaksi ini dari segi nilai dan dampaknya terhadap kondisi keuangan PRAY. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang menjanjikan bagi perusahaan di masa mendatang.
Kesimpulannya, pengambilalihan pengelolaan RS Rajawali Bandung oleh Primaya Hospital merupakan langkah strategis yang signifikan. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk ekspansi pasar dan penguatan merek. Investasi saham oleh Komisaris Utama juga menunjukkan kepercayaan terhadap prospek positif akuisisi ini. Ke depan, kita dapat menantikan perkembangan Primaya Rajawali Hospital dan kontribusinya terhadap pertumbuhan PRAY.











