Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan (MbZ), baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan David Sacks, Penasihat Khusus Amerika Serikat untuk Kecerdasan Buatan (AI) dan Mata Uang Kripto. Pertemuan yang berlangsung pada 21 Maret ini berfokus pada dampak transformatif teknologi AI di berbagai sektor dan peran kripto dalam membentuk ulang sistem keuangan global. MbZ sendiri mengunggah foto pertemuan tersebut di platform media sosial X, menekankan pentingnya kolaborasi dan strategi visioner dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat.
Diskusi MbZ dan Sacks mencakup efek AI pada berbagai industri, mulai dari otomatisasi proses hingga pengembangan obat-obatan. Mereka juga membahas potensi kripto untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan, serta tantangan regulasi yang menyertainya. Perkembangan teknologi blockchain dan penerapannya dalam berbagai sektor juga menjadi topik pembahasan. Pertemuan ini menjadi bukti komitmen UEA untuk berinvestasi dan berinovasi di bidang teknologi canggih.
“Seiring dengan percepatan kemajuan teknologi, mendorong kolaborasi dan mengadopsi strategi berwawasan ke depan tetap menjadi pilar penting untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan mencapai dampak jangka panjang,” kata MbZ, seperti dikutip dari Yahoo Finance. Pernyataan ini menyoroti pentingnya pendekatan proaktif dan kolaboratif untuk memanfaatkan potensi teknologi AI dan kripto, sambil meminimalkan risiko yang mungkin muncul. UEA tampaknya ingin mengambil peran utama dalam membentuk masa depan teknologi ini.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah pengumuman investasi besar-besaran UEA di Amerika Serikat. UEA berencana menggelontorkan dana sebesar USD 1,4 triliun selama satu dekade ke depan, yang akan diinvestasikan di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur AI, semikonduktor, energi, dan manufaktur. Investasi ini menunjukkan kepercayaan UEA terhadap perekonomian AS dan potensi pertumbuhan di bidang-bidang tersebut.
Salah satu contoh investasi tersebut adalah komitmen bersama antara Energy Capital Partners (AS) dan ADQ, sebuah dana investasi UEA, sebesar USD 25 miliar untuk pengembangan infrastruktur energi dan pusat data di Amerika Serikat. Kesepakatan ini memperkuat kemitraan ekonomi antara kedua negara dan memperlihatkan ambisi UEA dalam pengembangan infrastruktur teknologi modern. Investasi ini juga menunjukkan komitmen UEA dalam mendukung pertumbuhan ekonomi global melalui kolaborasi internasional.
Selain investasi di AS, UEA juga aktif terlibat dalam kerja sama internasional terkait teknologi kripto. UEA dan Tiongkok, misalnya, telah berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam memerangi kejahatan dunia maya yang berkaitan dengan kripto. Kesepakatan ini ditegaskan dalam pernyataan bersama pada 30 Mei 2024, setelah kunjungan kenegaraan Presiden UEA ke Tiongkok. Langkah ini penting mengingat meningkatnya aktivitas penipuan kripto di berbagai negara.
Pernyataan bersama tersebut juga menekankan kerja sama dalam memerangi pencucian uang, perdagangan manusia, perdagangan narkoba, dan imigrasi ilegal. Kerja sama ini merupakan upaya yang lebih luas untuk membendung aliran keuangan gelap yang berpotensi melibatkan aset digital. Meskipun tidak merinci regulasi khusus untuk kripto, pernyataan ini memperlihatkan pendekatan terkoordinasi untuk mengatasi potensi penyalahgunaan teknologi kripto.
Lebih lanjut, UEA dan Tiongkok juga menekankan pentingnya pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC) untuk meningkatkan perdagangan dan investasi lintas batas. Kedua negara sedang mengembangkan mBridge, sebuah inisiatif CBDC lintas batas bersama Hong Kong, Thailand, dan UEA. Proyek ini diharapkan dapat diluncurkan pada pertengahan 2024 dan berpotensi menawarkan alternatif terhadap sistem pembayaran tradisional.
Secara keseluruhan, pertemuan MbZ dengan David Sacks, dibarengi dengan rencana investasi besar-besaran di AS dan kerja sama dengan Tiongkok dalam memerangi kejahatan kripto, menunjukkan komitmen kuat UEA dalam membentuk masa depan teknologi AI dan kripto. UEA secara aktif berpartisipasi dalam pengembangan dan regulasi teknologi ini, baik melalui investasi langsung maupun kolaborasi internasional. Hal ini menunjukkan strategi UEA untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berpartisipasi aktif dalam ekonomi global yang semakin terdigitalisasi. Peran UEA sebagai pemimpin di kawasan Timur Tengah dalam inovasi teknologi semakin terlihat jelas.











