Michael Saylor, CEO MicroStrategy (kini Strategy), kembali menegaskan optimismenya terhadap Bitcoin. Ia bahkan memperkuat prediksi kontroversialnya bahwa harga Bitcoin dapat mencapai US$ 13 juta per koin. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara baru-baru ini dengan sebuah media ekonomi.
Prediksi ambisius ini pertama kali dilontarkan Saylor pada Juli 2024. Kala itu, harga Bitcoin masih sekitar US$ 65.000. Proyeksi tersebut didasarkan pada pertumbuhan tahunan rata-rata 29% selama 21 tahun.
Prediksi Saylor dan Faktor Pendukungnya
Kini, dengan harga Bitcoin yang telah melampaui US$ 100.000, Saylor semakin yakin dengan prediksinya. Ia bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 30% selama dua dekade ke depan.
Beberapa faktor makroekonomi dan regulasi menjadi landasan keyakinan Saylor. Pengakuan resmi Bitcoin sebagai komoditas digital oleh otoritas keuangan AS menjadi salah satu faktor kunci.
Perubahan aturan akuntansi yang mengizinkan metode nilai wajar untuk aset kripto juga berperan penting. Hal ini memudahkan perusahaan untuk mencatat aset kripto dalam neraca keuangan mereka.
Kejelasan regulasi terkait izin bank untuk menyediakan layanan kustodian Bitcoin turut mendorong adopsi di kalangan institusi. Lebih dari 100 perusahaan publik kini telah mencantumkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka. Tren ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam strategi manajemen kas korporasi.
Kelangkaan Pasokan dan Permintaan yang Meningkat
Saylor menekankan kelangkaan Bitcoin sebagai faktor pendorong harga. Hanya sekitar 450 Bitcoin yang ditambang setiap hari, senilai US$ 45-50 juta. Ia berpendapat bahwa seluruh pasokan baru tersebut langsung diserap oleh investor institusional, termasuk ETF dan perusahaan besar.
Gambar yang menunjukkan aset digital Bitcoin dapat disisipkan di sini untuk memperkuat visualisasi artikel.
Kinerja Bitcoin Mengungguli Aset Lain
Dalam empat setengah tahun terakhir, Bitcoin mencatat return tahunan gabungan sekitar 57%. Angka ini jauh melebihi kinerja aset lainnya:
- Dua kali lipat lebih tinggi dari saham “Magnificent Seven”.
- Empat kali lipat lebih tinggi dari S&P 500.
- Delapan kali lipat lebih tinggi dari rata-rata pasar properti.
- Sementara obligasi justru mengalami kerugian sekitar 4%.
Kinerja Bitcoin yang superior ini semakin memperkuat argumen Saylor tentang potensi pertumbuhannya di masa depan.
Pernyataan optimis Saylor ini perlu dilihat secara kritis. Meskipun faktor-faktor pendukung yang ia sebutkan memang signifikan, prediksi harga aset kripto selalu berisiko dan spekulatif. Volatilitas pasar kripto tetap tinggi dan dipengaruhi berbagai faktor tak terduga. Namun, pernyataan Saylor tetap menyoroti sentimen positif dan tren adopsi Bitcoin yang terus berkembang di kalangan institusi. Ke depannya, perkembangan regulasi dan adopsi teknologi blockchain akan menjadi faktor kunci yang menentukan pergerakan harga Bitcoin.











