Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap pengembangan energi terbarukan sebagai prioritas utama pemerintahannya. Meskipun teknologi energi fosil terus berkembang, beliau menekankan pentingnya transisi energi menuju kemandirian energi nasional berbasis sumber daya terbarukan.
Tenaga surya menjadi fokus utama dalam strategi ini. Potensi energi surya di Indonesia dinilai sangat besar untuk mencapai swasembada energi, khususnya di daerah terpencil.
Energi Surya: Solusi Swasembada Energi Desa
Prabowo Subianto secara khusus menyebut potensi energi surya sebagai solusi tepat untuk elektrifikasi desa-desa di Indonesia, termasuk daerah terpencil dan pegunungan.
Ia optimistis pengembangan energi surya akan membawa swasembada energi ke tingkat desa, kecamatan, bahkan kabupaten. Hal ini akan memberikan akses energi yang lebih merata dan berkeadilan.
Dengan pemanfaatan energi surya, pulau-pulau kecil terpencil pun dapat menikmati akses listrik yang stabil dan andal. Ini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.
Target Nol Emisi Karbon dan Efisiensi Logistik
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi negara yang mampu mencapai nol emisi karbon dengan cepat melalui pengembangan besar-besaran energi terbarukan.
Selain dampak lingkungan yang positif, transisi energi ini juga diyakini akan meningkatkan efisiensi logistik. Penggunaan energi terbarukan lokal akan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Implementasi dan Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan
Pernyataan Presiden Prabowo disampaikan saat peresmian proyek energi di Ijen dan Blok Cepu, Jawa Timur, pada Kamis, 26 Juni 2025. Peresmian ini menandai langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan komitmen tersebut.
Namun, transisi energi menuju energi terbarukan tentu menghadapi berbagai tantangan. Investasi besar, pengembangan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Tantangan Infrastruktur
Pengembangan infrastruktur pendukung, seperti jaringan transmisi dan distribusi listrik, menjadi kunci keberhasilan program ini. Investasi yang signifikan dibutuhkan untuk memastikan energi terbarukan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Pengembangan SDM
Ketersediaan tenaga kerja terampil di bidang energi terbarukan juga sangat penting. Pemerintah perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di sektor ini.
Akses Permodalan
Akses permodalan yang mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha di bidang energi terbarukan juga menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Pemerintah perlu memberikan insentif dan dukungan pembiayaan yang memadai.
- Pemerintah perlu mendorong kemitraan antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan.
- Pentingnya riset dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi energi terbarukan.
- Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam transisi energi.
Keberhasilan program swasembada energi berbasis energi terbarukan akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional, ketahanan energi, dan lingkungan hidup Indonesia. Komitmen kuat dan strategi yang terencana dengan baik akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Peresmian proyek energi di Ijen dan Blok Cepu menjadi langkah awal yang menjanjikan menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan dan mandiri secara energi.
Implementasi program ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah akses energi di daerah terpencil, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, visi Indonesia menuju nol emisi karbon dan swasembada energi dapat terwujud.











