Pendapatan harian penambang Bitcoin anjlok ke level terendah sejak April lalu. Pada tanggal 22 Juni 2025, pendapatan hanya mencapai 34 juta dolar AS. Penurunan drastis ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk melemahnya harga Bitcoin dan penurunan biaya transaksi. Data dari Cryptoquant menunjukkan situasi ini semakin memprihatinkan.
Aktivitas inskripsi Ordinal, yang sebelumnya mendongkrak biaya transaksi, kini mulai mereda. Hal ini turut memperparah penurunan pendapatan penambang. Cryptoquant bahkan menandai kondisi saat ini sebagai “sangat tidak menguntungkan” berdasarkan metrik profitabilitas penambang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di pasar kripto.
Penurunan Hashrate dan Ancaman bagi Penambang Kecil
Hashrate jaringan Bitcoin juga mengalami penurunan signifikan. Sejak 16 Juni 2025, hashrate turun 3,5%, penurunan terbesar sejak peristiwa halving pada Juli 2024 yang mencapai 8,4%. Penurunan hashrate ini mengindikasikan berkurangnya daya komputasi yang digunakan untuk menambang Bitcoin.
Para ahli memprediksi penurunan ini bisa menjadi pertanda penambang kecil mulai menyerah. Jika harga Bitcoin tidak segera pulih, penambang dengan efisiensi rendah berpotensi gulung tikar. Situasi ini dapat berdampak pada stabilitas jaringan Bitcoin.
Penambang Bertahan, Akumulasi Cadangan Meningkat
Meskipun pendapatan menyusut, para penambang masih bertahan. Alih-alih menjual aset mereka, mereka justru cenderung menyimpan Bitcoin. Arus keluar Bitcoin harian dari penambang turun drastis, dari puncak 23.000 Bitcoin pada Februari menjadi sekitar 6.000 Bitcoin. Pengiriman langsung ke bursa juga tetap rendah.
Cryptoquant mencatat margin keuntungan penambang masih berada di angka 48%. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar operator penambang masih cukup efisien dan mampu bertahan dalam kondisi pasar saat ini. Strategi bertahan ini menunjukkan keyakinan mereka terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Analisis Aktivitas Penjualan Bitcoin Lama
Aktivitas penjualan Bitcoin dari dompet era awal (era Satoshi) juga patut diperhatikan. Sepanjang tahun ini, hanya sekitar 150 Bitcoin yang dijual dari dompet-dompet tersebut. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan ribuan Bitcoin yang dilepas pada tahun 2024.
Rendahnya aktivitas penjualan dari pemegang Bitcoin jangka panjang ini sering diinterpretasikan sebagai sinyal positif bagi pasar. Hal ini dapat menandakan keyakinan mereka terhadap potensi kenaikan harga Bitcoin di masa mendatang. Tren ini kontras dengan kondisi penambang yang tengah mengalami tekanan.
Cadangan Penambang Meningkat: Sinyal Optimisme?
Data menunjukkan adanya peningkatan cadangan Bitcoin di tangan para penambang. Alamat penambang yang menyimpan antara 100 hingga 1.000 Bitcoin meningkatkan total cadangan mereka dari 61.000 pada 31 Maret menjadi 65.000 pada bulan Juni. Ini merupakan level tertinggi sejak November 2024.
Peningkatan cadangan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan. Menurut Cryptoquant, tren akumulasi ini seringkali menjadi pertanda awal pemulihan harga Bitcoin. Namun, penting untuk diingat bahwa tantangan lain, seperti kenaikan biaya energi dan regulasi, masih dapat mempengaruhi margin keuntungan penambang.
Meskipun terdapat tantangan yang dihadapi, data terkini menunjukkan bahwa mayoritas penambang memilih strategi bertahan dan akumulasi. Mereka tidak terburu-buru menjual aset mereka, yang menunjukkan suatu optimisme terhadap masa depan Bitcoin. Namun, perkembangan selanjutnya perlu terus dipantau untuk melihat apakah strategi ini akan efektif dalam jangka panjang. Situasi ini tentunya akan terus mempengaruhi dinamika pasar kripto secara keseluruhan.











