Penambang Bitcoin: Kejatuhan Pendapatan, Rekor Terendah Tahun Ini

Playmaker

Penambang Bitcoin: Kejatuhan Pendapatan, Rekor Terendah Tahun Ini
Sumber: Liputan6.com

Pendapatan harian penambang Bitcoin anjlok ke angka terendah dalam beberapa bulan terakhir. Pada tanggal 22 Juni 2025, pendapatan tersebut hanya mencapai US$ 34 juta, level terendah sejak 20 April 2025. Penurunan drastis ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk melemahnya harga Bitcoin dan penurunan biaya transaksi. Data dari Cryptoquant menjadi sumber informasi utama untuk temuan ini.

Aktivitas inskripsi Ordinal, yang sebelumnya menjadi pendorong utama biaya transaksi, kini mulai mereda. Hal ini semakin memperparah penurunan pendapatan para penambang. Cryptoquant bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai “sangat tidak menguntungkan” berdasarkan metrik profitabilitas penambang. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di pasar kripto.

Anjloknya Hashrate dan Dampaknya pada Penambang

Hashrate jaringan Bitcoin juga ikut menurun. Sejak 16 Juni 2025, telah terjadi penurunan 3,5% pada hashrate. Ini merupakan penurunan signifikan, hanya kalah dari penurunan 8,4% yang terjadi setelah peristiwa halving pada Juli 2024. Penurunan hashrate ini mengindikasikan berkurangnya daya komputasi yang digunakan untuk menambang Bitcoin.

Para ahli memperingatkan bahwa penurunan hashrate dan pendapatan ini bisa menjadi pertanda awal gelombang penambang yang menyerah. Penambang dengan efisiensi rendah mungkin akan kesulitan bertahan jika harga Bitcoin tidak segera pulih. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas jaringan Bitcoin.

Penambang Bertahan, Namun dengan Strategi Baru

Meskipun menghadapi pendapatan yang menyusut, banyak penambang justru memilih untuk bertahan. Alih-alih menjual aset mereka, mereka mengurangi aktivitas penjualan Bitcoin. Arus keluar harian Bitcoin dari penambang telah turun drastis. Dari puncak 23.000 Bitcoin pada Februari 2025, angka tersebut kini hanya sekitar 6.000 Bitcoin.

Pengiriman langsung Bitcoin ke bursa juga tetap rendah. Cryptoquant mencatat margin keuntungan penambang masih berada di kisaran 48%. Ini mengindikasikan bahwa banyak operator penambang masih cukup efisien dan mampu bertahan dalam kondisi pasar saat ini. Mereka tampaknya mengadopsi strategi bertahan dan menunggu pemulihan harga.

Cadangan Penambang Meningkat: Sinyal Optimisme?

Data menarik lainnya muncul dari peningkatan cadangan Bitcoin yang dipegang para penambang. Alamat penambang yang menyimpan antara 100 hingga 1.000 Bitcoin meningkatkan total cadangan mereka. Angka ini meningkat dari 61.000 Bitcoin pada 31 Maret 2025 menjadi 65.000 Bitcoin, mencapai level tertinggi sejak November 2024.

Peningkatan cadangan ini di tengah tekanan pendapatan bisa menjadi sinyal positif. Cryptoquant mencatat bahwa akumulasi aset oleh penambang seringkali menjadi indikator awal pemulihan harga Bitcoin. Namun, perlu diingat bahwa tantangan lain seperti kenaikan biaya energi dan regulasi tetap menjadi ancaman bagi profitabilitas penambang.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Penambang

  • Biaya Energi: Kenaikan harga energi secara global akan langsung mempengaruhi biaya operasional penambangan Bitcoin. Penambang dengan akses energi yang lebih mahal akan lebih rentan terhadap penurunan pendapatan.
  • Regulasi: Ketentuan regulasi yang semakin ketat di berbagai negara dapat membatasi aktivitas penambangan Bitcoin. Hal ini dapat menyebabkan beberapa penambang harus menghentikan operasinya.
  • Teknologi: Pengembangan teknologi penambangan yang lebih efisien dapat membantu penambang tetap kompetitif meskipun harga Bitcoin rendah. Namun, investasi dalam teknologi baru juga membutuhkan modal yang cukup besar.

Meskipun terdapat penurunan pendapatan dan hashrate, data terkini menunjukkan penambang Bitcoin cenderung bertahan dan mengakumulasi Bitcoin daripada menjualnya. Peningkatan cadangan Bitcoin di kalangan penambang, dikombinasikan dengan aktivitas penjualan yang rendah dari pemegang Bitcoin lama (era Satoshi), bisa jadi mengindikasikan optimisme terhadap potensi pemulihan harga Bitcoin di masa depan. Namun, tantangan biaya energi dan regulasi tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Perkembangan selanjutnya di pasar Bitcoin akan menentukan apakah tren ini berkelanjutan atau akan bergeser.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...