Harga kripto menunjukkan tren positif pada Senin, 24 Maret 2025. Bitcoin memimpin kenaikan, diikuti oleh beberapa kripto teratas lainnya. Berdasarkan data Coinmarketcap, pergerakan ini menunjukkan tren positif baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada harga USD 85.946 per koin, atau sekitar Rp 1,41 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.500). Ini menunjukkan kenaikan 2,48 persen dalam 24 jam terakhir dan 3,95 persen dalam sepekan. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai USD 1,7 triliun.
Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan, diperdagangkan pada harga USD 2.001 atau sekitar Rp 33 juta per koin. Kenaikannya mencapai 1,09 persen dalam 24 jam dan 5,90 persen dalam sepekan. Kenaikan harga ETH menunjukkan kepercayaan investor terhadap proyek blockchain Ethereum yang terus berkembang.
Binance Coin (BNB) tercatat pada harga USD 623 atau sekitar Rp 10,2 juta per koin. Meskipun mengalami sedikit penurunan 0,43 persen dalam 24 jam terakhir, BNB masih menunjukan kinerja positif dalam sepekan dengan kenaikan sebesar 3,52 persen. Ini menunjukkan stabilitas relatif dari BNB meskipun adanya sedikit koreksi.
Cardano (ADA) diperdagangkan pada USD 0,7 atau sekitar Rp 11.550 per koin. ADA menunjukkan kenaikan sebesar 1,20 persen dalam 24 jam dan 0,59 persen dalam sepekan. Performa ADA yang relatif stabil menunjukkan minat yang tetap ada terhadap proyek blockchain Cardano.
Solana (SOL) diperdagangkan pada harga USD 132 atau sekitar Rp 2,17 juta per koin. SOL mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu 3,04 persen dalam 24 jam dan 4,7 persen dalam sepekan. Kenaikan ini menunjukkan momentum positif untuk SOL.
XRP juga berada di zona hijau, diperdagangkan pada USD 2,42 atau sekitar Rp 39.930 per koin. XRP menunjukan kenaikan 2,59 persen dalam 24 jam dan 5,63 persen dalam sepekan. Kenaikan ini sejalan dengan tren positif pasar kripto secara keseluruhan.
Dogecoin (DOGE), salah satu koin meme terpopuler, juga mengalami kenaikan. DOGE diperdagangkan pada USD 0,17 atau sekitar Rp 2.805 per token, naik 3,16 persen dalam 24 jam dan 2,35 persen dalam sepekan. Kenaikan DOGE menunjukkan sentimen positif di pasar, meskipun masih tergolong sebagai koin yang volatil.
Stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap stabil di level USD 1,00. Total kapitalisasi pasar kripto mengalami peningkatan signifikan menjadi USD 2,8 triliun (sekitar Rp 46,53 triliun), naik 2,23 persen dalam 24 jam terakhir. Pertumbuhan kapitalisasi pasar menunjukkan keyakinan investor terhadap pasar kripto secara umum.
Sikap Bank Sentral Terhadap Kripto
Terdapat perbedaan sikap yang signifikan antara beberapa bank sentral terhadap kripto sebagai aset cadangan. Bank Sentral Swiss (SNB) secara tegas menolak Bitcoin dan kripto lainnya sebagai cadangan strategis. Wakil Presiden SNB, Martin Schlegel, menyatakan, “Kami tidak memiliki rencana untuk membeli aset kripto,” mengatakan bahwa fluktuasi harga yang ekstrem, keamanan yang tidak memadai, dan landasan hukum yang lemah menjadi alasan utama penolakan tersebut. “Seperti yang Anda ketahui, mata uang kripto memiliki fluktuasi nilai yang besar, jadi ini bukan hal yang pasti.” Schlegel juga menekankan keraguan teknis, karena kripto rentan terhadap bug perangkat lunak.
Sebaliknya, terdapat laporan bahwa Presiden AS (pada waktu itu) Donald Trump mengusulkan agar Amerika Serikat membuat cadangan strategis kripto. Hal ini menunjukkan perbedaan pandangan yang signifikan mengenai peran kripto dalam sistem keuangan global. Perbedaan ini perlu dipertimbangkan saat menilai potensi dan risiko investasi di pasar kripto.
Bank Sentral Korea Selatan juga menolak Bitcoin sebagai aset cadangan. Alasannya, seperti yang dikemukakan oleh Bank Korea, adalah volatilitas ekstrem Bitcoin yang dapat menimbulkan risiko besar bagi stabilitas ekonomi. Mereka juga menekankan kesulitan likuidasi aset digital dan biaya transaksinya yang tinggi.
Bank Korea menyatakan bahwa aset cadangan harus stabil dan dapat diandalkan dalam kondisi ekonomi apapun, dan Bitcoin tidak memenuhi syarat tersebut. Keputusan ini selaras dengan panduan IMF yang merekomendasikan aset cadangan harus likuid, mudah diperdagangkan, dan memiliki peringkat investasi yang stabil.
Perbedaan sikap dari beberapa bank sentral ini mencerminkan dilema yang dihadapi oleh otoritas moneter di seluruh dunia dalam menghadapi teknologi baru ini. Di satu sisi, ada potensi manfaat yang signifikan, tetapi di sisi lain juga terdapat risiko yang besar terkait dengan volatilitas dan regulasi.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi dan bukan sebagai saran investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Lakukan riset dan analisis yang menyeluruh sebelum melakukan investasi dalam kripto.











