PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) resmi melebarkan sayap bisnisnya ke sektor kurir. Keputusan ini diambil setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar baru-baru ini. Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan outsourcing tenaga kerja ke industri yang tengah berkembang pesat ini.
Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan PADA jangka panjang. Perusahaan telah melakukan analisis risiko dan kelayakan bisnis secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan ini.
Ekspansi Bisnis PADA ke Sektor Kurir
PADA menambahkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 53201, yaitu aktivitas kurir, ke dalam Anggaran Dasarnya. Perubahan ini memungkinkan perusahaan untuk secara resmi beroperasi di bidang jasa pengiriman barang dan dokumen.
Layanan kurir yang ditawarkan PADA meliputi pengambilan, pengangkutan, penyortiran, dan pengantaran ke seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan menargetkan untuk menjadi pemain utama di sektor ini dengan memanfaatkan pengalamannya selama lebih dari 19 tahun di bidang penyediaan tenaga kerja outsourcing.
Tantangan dan Strategi PADA di Industri Kurir
Tantangan utama yang dihadapi PADA adalah ketersediaan tenaga kerja outsourcing yang berkualitas dan pengelolaan sistem yang efisien, terutama di daerah-daerah baru. Namun, PADA optimis mampu mengatasi tantangan ini berkat pengalaman dan keahlian yang dimilikinya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PADA telah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Tenaga ahli yang berpengalaman di sektor barang cepat bergerak (FMCG), transportasi, dan infrastruktur akan dilibatkan dalam operasional bisnis kurir ini.
Pengalaman di Sektor Terkait
Tim PADA memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengelolaan logistik dan operasional. Keahlian ini akan menjadi kunci keberhasilan ekspansi ke sektor kurir.
PADA juga akan menerapkan sistem yang efisien dan terintegrasi untuk memastikan proses pengiriman barang dan dokumen berjalan lancar. Investasi pada teknologi dan infrastruktur pendukung menjadi fokus utama dalam strategi ini.
Performa IHSG dan Bursa Saham Asia Pasifik
Pada tanggal 13 Juni 2025, IHSG ditutup melemah 0,53% di posisi 7.166,06. Penurunan ini dipengaruhi oleh mayoritas sektor saham yang mengalami tekanan.
Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 0,75%, berada di posisi 801,80. Sebanyak 364 saham memerah, sementara 241 saham menguat dan 200 saham stagnan.
Sektor Saham yang Tertekan
Sektor teknologi mencatat koreksi terbesar dengan penurunan 1,74%. Sektor transportasi dan keuangan juga mengalami penurunan signifikan, masing-masing sebesar 1,51% dan 0,98%.
Meskipun beberapa sektor mengalami penurunan, sektor basic dan industri menunjukkan kinerja positif, masing-masing naik 1,19% dan 0,17%. Kondisi ini menunjukkan fluktuasi yang dinamis di pasar saham Indonesia.
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham Asia Pasifik juga mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 13 Juni 2025. Penurunan ini dipicu oleh serangan militer Israel terhadap Iran yang menargetkan program nuklirnya.
Indeks utama seperti Nikkei 225, Topix, Kospi, Kosdaq, ASX 200, Hang Seng, CSI 300, Nifty 50, dan BSE Sensex mengalami penurunan yang signifikan. Ketegangan geopolitik ini berdampak pada sentimen investor di pasar regional.
PADA, dengan pengalamannya di bidang outsourcing dan strategi yang terukur, memiliki potensi untuk berhasil di sektor kurir yang kompetitif. Namun, keberhasilan ini sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola tantangan yang ada dan memanfaatkan peluang di tengah dinamika pasar yang berubah cepat, baik di pasar domestik maupun global. Kinerja IHSG dan pasar saham regional juga akan turut mempengaruhi perjalanan bisnis kurir PADA ke depannya.











