Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi positif usulan dari industri kripto terkait rencana Danantara untuk menyimpan cadangan Bitcoin. Langkah ini dianggap sebagai upaya diversifikasi aset dan penguatan nilai tukar rupiah. Respons OJK terhadap usulan inovatif ini mencerminkan perhatian serius terhadap perkembangan ekosistem keuangan digital Indonesia.
Usulan tersebut, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menunjukkan antusiasme industri terhadap kemajuan sektor ini. Namun, OJK menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan kepatuhan hukum dalam setiap inisiatif yang melibatkan aset negara.
Respon Positif OJK terhadap Usulan Danantara
OJK menyambut baik ide Danantara untuk menyimpan cadangan Bitcoin. Inovasi ini dinilai potensial dalam konteks diversifikasi aset dan penguatan nilai tukar rupiah.
Hasan Fawzi menyampaikan apresiasi atas usulan tersebut. Ia menilai usulan ini sebagai sebuah ide inovatif yang patut dipertimbangkan.
Namun, OJK menekankan pentingnya menjalankan inisiatif ini dengan sangat hati-hati. Setiap langkah harus sesuai dengan koridor hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Alternatif Strategi Investasi untuk Danantara
Meskipun terbuka terhadap ide penyimpanan Bitcoin, OJK menyarankan pendekatan yang lebih strategis dan legal bagi Danantara.
Keterlibatan dalam pendanaan tokenisasi aset riil nasional dinilai lebih sesuai. Investasi di sektor ini dinilai lebih selaras dengan regulasi yang ada.
OJK menawarkan Danantara untuk mempertimbangkan potensi investasi strategis lainnya. Contohnya, berpartisipasi dalam tokenisasi aset-aset nasional.
Pertumbuhan Positif Sektor Kripto di Indonesia dan Finalisasi Regulasi OJK
Data OJK menunjukkan pertumbuhan signifikan jumlah investor kripto di Indonesia. Hingga Maret 2025, jumlah investor mencapai 13,71 juta, meningkat dari 13,31 juta pada Februari 2025.
Nilai transaksi kripto juga menunjukkan stabilitas, mencapai Rp32,45 triliun pada Maret 2025. Angka ini sedikit menurun dari Rp32,78 triliun di bulan sebelumnya, namun tetap menunjukkan kondisi pasar yang stabil.
OJK juga tengah memfinalisasi pedoman keamanan siber untuk pedagang aset keuangan digital. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan integritas transaksi kripto di Indonesia.
Sebagai langkah untuk mendukung pengembangan ekosistem keuangan digital, OJK telah meluncurkan OJK Infinity 2.0. Pusat Inovasi ini bertujuan untuk mempercepat inovasi teknologi sektor keuangan.
OJK berkomitmen untuk terus membimbing lembaga keuangan, termasuk Danantara. Hal ini dilakukan sembari memastikan stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen tetap terjaga.
Ke depan, kolaborasi antara OJK dan industri kripto sangat penting. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang inovatif, aman, dan terpercaya di Indonesia. Pendekatan yang berimbang antara inovasi dan pengawasan ketat akan menjadi kunci keberhasilan pengembangan sektor ini. Dengan pertumbuhan pesat investor dan nilai transaksi yang stabil, masa depan industri kripto di Indonesia tampak menjanjikan.











