Negosiasi Tarif Baru: IHSG Terdampak? Simak Analisanya!

Playmaker

Negosiasi Tarif Baru: IHSG Terdampak? Simak Analisanya!
Sumber: Liputan6.com

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan tetap berada dalam ketidakpastian pekan depan. Hal ini terutama disebabkan oleh antisipasi pasar terhadap keputusan final tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk ekspor Indonesia. Keputusan ini memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar cenderung menunggu dan mengamati situasi (wait and see). Mereka akan mencermati bagaimana keputusan tarif impor AS akan berdampak pada kinerja ekspor Indonesia.

Menanti Keputusan Tarif Impor AS: Dampaknya terhadap IHSG

Vice President Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyatakan belum adanya kepastian mengenai tarif impor yang akan dikenakan AS terhadap Indonesia. Jika tidak ada kesepakatan hingga 9 Juli 2025, Indonesia berpotensi dikenakan tarif resiprokal sebesar 32 persen.

Namun, jika kesepakatan tercapai sebelum tenggat waktu, tarif yang dikenakan kemungkinan hanya 10 persen. Keputusan ini akan sangat mempengaruhi sektor ekspor Indonesia.

Oktavianus menjelaskan, ketidakpastian ini membuat banyak pelaku pasar bersikap wait and see. Mereka menunggu kejelasan sebelum mengambil keputusan investasi selanjutnya.

Sektor-sektor seperti tekstil, elektronik, alas kaki, dan furnitur akan sangat terdampak keputusan ini. Nilai ekspor Indonesia ke AS cukup signifikan, mencapai kisaran USD 25-30 miliar per tahun.

Sektor elektronik menyumbang USD 4,83 miliar, sementara alas kaki USD 2,64 miliar pada tahun 2024. Ekspor furnitur bahkan sangat bergantung pada pasar AS, hingga 50 persen dari total ekspornya.

Peluang Penguatan di Tengah Ketidakpastian

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah berpotensi meningkat akibat potensi penyusutan neraca perdagangan. Hal ini tentu dapat memberi tekanan tambahan terhadap IHSG.

Kiwoom Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran 6.700-6.950 pada pekan depan. Namun, ada peluang penguatan pada sektor-sektor yang minim dampak langsung dari tarif AS.

Sektor energi dan barang baku, khususnya yang terkait komoditas seperti batu bara dan emas, dinilai masih prospektif dalam jangka pendek. Hal ini menjadi pertimbangan bagi investor.

Saham MDKA direkomendasikan untuk trading buy dengan target harga (TP) di level 2.350. BRMS juga direkomendasikan trading buy dengan TP di 450.

Upaya Negosiasi dan Harapan Penurunan Tarif

Penasihat Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerjasama Multilateral, Mari Elka Pangestu, menyampaikan tim negosiasi Indonesia berupaya keras menurunkan tarif resiprokal AS. Saat ini tarif resiprokal berada di angka 32 persen.

Mari Elka berharap tarif dapat diturunkan jauh di bawah angka tersebut. Ia mencontohkan Inggris yang berhasil mendapatkan tarif 10 persen.

Tarif resiprokal sebenarnya adalah 22 persen, di mana 10 persen merupakan tarif universal. Angka 22 persen ini merupakan diskon 50 persen dari perhitungan AS untuk tarif resiprokal.

Mari Elka berharap tarif resiprokal untuk Indonesia bisa ditekan di bawah 20 persen, merujuk pada tarif yang dikenakan kepada Vietnam (20 persen). Namun, semua masih dalam tahap negosiasi.

Pembicaraan tarif antara AS dengan China, Vietnam, dan Inggris masih perlu diselesaikan. Negosiasi kemungkinan akan berlanjut setelah tenggat waktu 9 Juli.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kenaikan tarif impor minimal 10 persen pada April lalu. Indonesia termasuk dalam daftar negara yang dikenai tarif impor 32 persen.

Trump menegaskan pada 2 Juli bahwa tidak akan ada penundaan terkait tenggat waktu 9 Juli untuk penerapan kembali tarif impor tersebut. Indonesia terus berupaya melalui jalur diplomasi dan negosiasi.

Kesimpulannya, ketidakpastian seputar tarif impor AS masih membayangi IHSG. Meskipun terdapat potensi tekanan, peluang penguatan masih terbuka pada sektor-sektor tertentu. Upaya negosiasi Indonesia diharapkan dapat menghasilkan tarif yang lebih rendah guna melindungi perekonomian nasional. Situasi ini membutuhkan pemantauan ketat dan respon kebijakan pemerintah yang tepat waktu.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...