Di tengah perkembangan pesat teknologi blockchain dan Web3, Nakama.id muncul sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital Indonesia. Lebih dari sekadar komunitas, Nakama.id berperan sebagai inkubator dan akselerator bagi startup dan UMKM yang berinovasi di bidang teknologi ini.
Berdiri sejak 2017, Nakama.id telah membuktikan komitmennya melalui beragam program. Program-program tersebut meliputi hackathon, inkubasi, akselerasi, pelatihan bisnis, hingga demo day dan pameran inovasi.
Nakama.id: Membangun Ekosistem Web3 di Indonesia
Nakama.id secara aktif membangun ekosistem yang menghubungkan startup, investor, mentor, dan regulator. Tujuan utama mereka adalah menciptakan startup Indonesia yang mampu bersaing di pasar global, khususnya dalam sektor blockchain dan Web3.
Mereka juga telah membangun kerjasama strategis dengan berbagai lembaga, baik nasional maupun internasional. Lembaga-lembaga tersebut antara lain UNDP, Kementerian Keuangan, dan ANT Group.
Kolaborasi Strategis dengan Satoshi Twenty One
Nakama.id baru-baru ini mengumumkan akuisisi sebagian sahamnya oleh Satoshi Twenty One (S21). S21, perusahaan yang bergerak di bidang blockchain dan inkubasi startup, melihat potensi besar dalam kolaborasi ini.
Kolaborasi ini melahirkan inisiatif ‘Chain Reaction’. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi digital dan pengembangan bisnis di Indonesia.
Melissa Kurtcan, CEO S21 dan perwakilan Web3 Hub Bali, menekankan pentingnya langkah ini untuk memperkuat pengembangan teknologi blockchain di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem blockchain yang terintegrasi dengan startup lokal.
Dengan kolaborasi ini, Nakama.id akan memberikan dukungan teknis yang lebih terstruktur kepada startup binaannya. Baik Nakama.id maupun S21 berkomitmen untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Peluang Karir di Industri Kripto dan Blockchain Indonesia
Pertumbuhan pesat industri kripto dan blockchain di Indonesia menciptakan peluang karir yang signifikan. Wan Iqbal, CMO Tokocrypto, menyatakan peningkatan adopsi aset digital dan pertumbuhan ekosistem Web3 serta DeFi meningkatkan kebutuhan talenta di sektor ini.
Berdasarkan laporan Tiger Research tahun 2024, Asia menjadi pusat perekrutan tenaga kerja di industri blockchain dan kripto. Sekitar 20% lowongan pekerjaan berasal dari kawasan ini. Tren ini diprediksi akan berlanjut.
Beberapa bidang pekerjaan yang menjanjikan meliputi:
- Crypto Compliance & Legal Expert: Perusahaan kripto membutuhkan ahli kepatuhan dan hukum untuk memastikan operasional mereka sesuai regulasi.
- Crypto Journalist & Content Creator: Profesional ini bertugas menyampaikan informasi, analisis, dan edukasi terkait industri kripto dan blockchain kepada masyarakat luas.
Banyak pekerjaan di industri ini yang dapat dilakukan secara remote dengan standar gaji internasional. Indonesia, dengan jumlah pengguna internet yang besar dan populasi usia produktif yang tinggi, memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan industri blockchain di Asia.
Dengan pengelolaan yang baik, sektor ini akan membuka lebih banyak lapangan kerja, menarik investasi asing, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Bagi para profesional yang tertarik, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan keterampilan di bidang blockchain dan Web3. Permintaan tenaga kerja terus meningkat, baik dari perusahaan lokal maupun global.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.











