Misteri di balik Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, kembali menarik perhatian. Nilai kekayaan kripto miliknya diperkirakan mencapai angka fantastis berkat lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini.
Berdasarkan data analitik Arkham, dompet yang diyakini milik Nakamoto menyimpan sekitar 1,096 juta Bitcoin. Jumlah ini belum pernah disentuh sejak ditambang antara tahun 2009 dan 2010, saat Bitcoin nyaris tanpa nilai.
Kekayaan Satoshi Nakamoto Tembus Rp 1.900 Triliun
Dengan harga Bitcoin yang sempat menyentuh USD 110.000, kekayaan Nakamoto diperkirakan mencapai USD 118 miliar atau lebih dari Rp 1.900 triliun (kurs Rp 16.200 per USD).
Angka ini menempatkannya di antara orang terkaya di dunia, setidaknya secara nominal. Namun, identitas Satoshi Nakamoto hingga kini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Lonjakan Harga Bitcoin dan Faktor Pendorongnya
Kenaikan harga Bitcoin yang signifikan didorong oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi.
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) April menunjukkan kenaikan hanya 0,1%, lebih rendah dari proyeksi ekonom. Inflasi tahunan AS pun turun menjadi 2,4%, meski masih sedikit di atas target The Fed sebesar 2%.
Hal ini memicu ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh The Fed, meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto, termasuk Bitcoin.
Sebelumnya, Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa di USD 111.980 pada 22 Mei 2025. Harga tertinggi harian sempat menyentuh USD 110.651 pada 10 Juni 2025 sebelum mengalami koreksi.
Perubahan Persepsi Global Terhadap Bitcoin
Menurut Antony Kusuma, Vice President Marketing Indodax, lonjakan harga Bitcoin kali ini bukan hanya karena faktor teknis, tetapi juga perubahan persepsi global.
Bitcoin kini bukan lagi aset terpinggirkan, tetapi menjadi bagian penting dalam percakapan ekonomi di tingkat pemerintah, industri, dan lembaga keuangan besar.
Pasar melihat Bitcoin tidak sekadar aset alternatif, melainkan komponen strategis dalam ekonomi digital yang baru berkembang. Hal ini turut mendorong peningkatan volume transaksi di pasar domestik, seperti yang tercatat di Indodax.
Pada 10 Juni 2025, volume transaksi di Indodax mencapai Rp 707,8 miliar, menunjukkan peningkatan minat investor Indonesia terhadap Bitcoin.
Kenaikan ini juga menandai penguatan hampir 9 persen dalam sepekan, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah mingguan di bawah USD 101.000.
Sentimen global yang membaik, khususnya meredanya ketegangan perdagangan AS-China, juga berkontribusi terhadap lonjakan harga Bitcoin.
Secara keseluruhan, lonjakan harga Bitcoin dan kekayaan Satoshi Nakamoto yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah menunjukkan pergeseran signifikan dalam persepsi global terhadap aset kripto. Ke depan, perkembangan Bitcoin dan pasar kripto akan terus menarik perhatian dunia.











