PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memulai babak baru setelah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertamanya, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian ini memaparkan rencana strategisnya untuk masa mendatang. Fokus utama MINE adalah diversifikasi portofolio, optimalisasi dana hasil Initial Public Offering (IPO), dan perluasan proyek strategis.
Dana bersih hasil IPO MINE mencapai Rp 129,6 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Penggunaan dana ini direncanakan secara matang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Alokasi Dana IPO dan Penguatan Fundamental
Sekitar Rp 14 miliar dari total dana IPO telah dialokasikan untuk pembelian aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pondasi bisnis perusahaan. Sisa dana sebesar Rp 115,6 miliar disimpan dalam rekening giro Bank Mandiri.
Hal ini untuk menjaga stabilitas keuangan dan memberikan fleksibilitas dalam mendukung ekspansi bisnis jangka menengah hingga panjang. Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, menekankan pentingnya penguatan fundamental jangka panjang melalui investasi aset tetap dan pengelolaan dana yang prudent. Keputusan ini diambil untuk membangun struktur modal yang kokoh.
Strategi Diversifikasi dan Perluasan Portofolio Proyek
MINE berkomitmen untuk memperluas portofolio proyeknya sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Perluasan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya tahan bisnis di masa depan.
Perusahaan menyadari pentingnya membangun basis klien yang lebih luas untuk beradaptasi dengan dinamika industri. MINE akan mempertahankan hubungan baik dengan mitra yang telah ada, sambil membuka peluang kemitraan baru.
Proyek-Proyek Strategis MINE
Saat ini, MINE dipercaya mengelola proyek-proyek besar, seperti yang melibatkan PT Weda Bay Nickel dan PT Hengjaya Mineralindo. Kerja sama strategis dengan PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM) untuk jasa kontraktor tambang dan pengangkutan (hauling) juga telah terjalin.
Kerja sama ini mencerminkan fokus MINE dalam membangun portofolio proyek yang beragam dan berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Keragaman proyek ini akan meningkatkan ketahanan perusahaan menghadapi fluktuasi pasar.
Peningkatan Kapasitas Alat Berat dan Investasi Berkelanjutan
MINE saat ini mengoperasikan hampir 1.000 unit alat berat dan peralatan pendukung lainnya. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan rencana ekspansi yang sedang berlangsung.
Anggaran belanja modal (capex) telah dialokasikan pada tahun 2025 untuk pengadaan alat berat baru. Investasi ini bertujuan untuk menjaga efisiensi dan produktivitas kerja di tengah tingginya permintaan jasa pertambangan di Indonesia.
Laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp 306,5 miliar telah disetujui oleh pemegang saham untuk digunakan sebagai dana cadangan dan laba yang ditahan. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat demi mendukung ekspansi berkelanjutan. Dengan strategi yang terencana dan pengelolaan dana yang baik, MINE siap untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan. Komitmen terhadap investasi berkelanjutan memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di sektor pertambangan Indonesia.











