Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas resmi mengumumkan merger PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren), dan PT Smart Telcom (SmartTel). Langkah ini telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Penggabungan ini dianggap krusial untuk memperkuat ekonomi digital Indonesia. Chairman Sinar Mas Telecommunications & Technology, Franky Oesman Widjaja, menyatakan keyakinannya bahwa konsolidasi ini akan menciptakan industri telekomunikasi yang lebih tangguh.
Entitas baru hasil merger, yang diberi nama XLSMART, akan menggabungkan infrastruktur kuat XL Axiata dengan layanan digital Smartfren yang berfokus pada pelanggan. XLSMART diharapkan dapat memberikan solusi konektivitas yang lebih baik bagi konsumen dan pelaku bisnis, mendukung digitalisasi nasional.
“Kami antusias atas peluang untuk mendorong kemajuan nyata bagi ekonomi digital Indonesia, memastikan bahwa pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan kami mendapatkan manfaat dari efisiensi yang meningkat, cakupan yang lebih luas, dan kualitas layanan yang unggul,” jelas Franky Oesman Widjaja.
Group Chief Executive Officer Axiata Group, Vivek Sood, menekankan dampak luas merger ini terhadap lanskap digital Indonesia. Keputusan pemegang saham untuk menyetujui merger ini menunjukkan visi untuk membangun entitas telekomunikasi yang lebih kuat dan tangguh, yang unggul dalam skala, efisiensi, dan inovasi.
“Melalui XLSMART, kami siap meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas layanan digital, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Vivek Sood.
Merger ini bukan hanya penggabungan dua perusahaan, tetapi juga penciptaan entitas baru yang inovatif dan akan menjadi tolok ukur dalam kualitas layanan dan keunggulan operasional. Potensi sinergi yang signifikan diharapkan dapat meningkatkan kondisi keuangan industri telekomunikasi.
“Kami percaya kombinasi bisnis ini dapat meningkatkan kondisi finansial dari industri, dan kami yakin XLSMART akan muncul sebagai pemain yang tangguh—memungkinkan kami untuk mempercepat investasi secara signifikan dalam infrastruktur digital dan inovasi, sehingga turut memberdayakan komunitas,” tambah Vivek Sood.
Pemegang Saham Pengendali Bersama dan Proyeksi Keuangan
XLSMART, dengan basis pelanggan lebih dari 94,3 juta, memproyeksikan pendapatan tahunan sebesar Rp 45,8 triliun dan EBITDA sebesar Rp 22,5 triliun. Sinergi biaya yang signifikan, diperkirakan mencapai USD 300 hingga USD 400 juta per tahun setelah integrasi selesai, juga diharapkan terwujud.
Setelah merger, Axiata Group dan Sinar Mas akan menjadi pemegang saham pengendali bersama, masing-masing dengan kepemilikan 34,8% di XLSMART. Kedua perusahaan akan memiliki pengaruh yang setara dalam pengambilan keputusan strategis.
Sebelum merger, pada 28 Januari 2025, Axiata dan Sinar Mas menandatangani dua Nota Kesepahaman (LOI) yang disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia dan Presiden Republik Indonesia. LOI ini menandai komitmen untuk kolaborasi yang lebih luas di Malaysia, Indonesia, dan Asia Tenggara.
Kolaborasi ini akan fokus pada solusi 5G, layanan korporasi, infrastruktur digital, dan inovasi fintech. Hal ini selaras dengan upaya mempercepat transformasi digital di kawasan tersebut.
Tim Kepemimpinan XLSMART
Rajeev Sethi ditunjuk sebagai Presiden Direktur & CEO XLSMART. Ia memiliki pengalaman luas dalam transformasi perusahaan telekomunikasi di pasar berkembang. Ia didukung oleh tim eksekutif yang terdiri dari sembilan direktur dan sembilan komisaris, mewakili XL Axiata dan Smartfren secara seimbang.
Integrasi tim kepemimpinan ini mencerminkan fokus XLSMART pada keunggulan operasional, pertumbuhan strategis, dan transformasi berbasis sinergi. XLSMART akan fokus pada perluasan jangkauan jaringan, peningkatan kualitas layanan, dan inovasi digital di bidang mobile broadband, layanan korporasi, dan teknologi digital lainnya.
Gabungan keahlian regional Axiata dan pengetahuan lokal Sinar Mas diharapkan menciptakan organisasi yang lebih besar dan tangguh secara finansial. Merger ini menandai langkah signifikan dalam konsolidasi industri telekomunikasi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital regional.
Kesimpulan Singkat: Merger XL Axiata dan Smartfren membentuk XLSMART, entitas baru yang kuat dengan proyeksi keuangan yang mengesankan dan kepemimpinan yang berpengalaman. Langkah ini diharapkan akan memperkuat ekonomi digital Indonesia dan meningkatkan daya saing di tingkat regional.











