Meta Deskripsi: Mengenal DAI: stablecoin terdesentralisasi pertama di dunia! Pelajari cara kerja, kelebihan, risiko, dan perannya dalam ekosistem DeFi. Temukan informasi lengkap dan terpercaya tentang DAI, serta bagaimana cara mendapatkannya. Investasi cerdas dimulai dari pemahaman yang tepat.
Pernahkah Anda mendengar tentang stablecoin? Aset kripto yang nilainya dipatok pada aset lain, seperti mata uang fiat (misalnya, dolar AS), untuk meminimalkan volatilitas harga yang kerap menjadi ciri khas aset kripto lainnya. Salah satu yang paling terkenal dan pionir di bidang ini adalah DAI, stablecoin terdesentralisasi pertama di dunia. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang DAI, mulai dari cara kerjanya hingga potensi risiko yang perlu Anda pertimbangkan.
Cara Kerja DAI
Berbeda dengan stablecoin terpusat yang nilai pasokannya diatur oleh perusahaan tunggal, DAI menggunakan sistem yang lebih kompleks dan terdesentralisasi. Sistem ini bergantung pada Maker Protocol, sebuah platform berbasis blockchain Ethereum. Untuk menciptakan DAI, pengguna perlu mengunci aset kripto sebagai jaminan (collateral) dalam smart contract Maker Protocol. Aset kripto yang diterima sebagai jaminan biasanya berupa Ether (ETH) atau aset kripto lainnya yang telah diverifikasi.
Rasio jaminan yang dibutuhkan untuk menciptakan DAI bervariasi tergantung pada aset yang digunakan dan diatur oleh sistem yang disebut Collateralization Ratio (CR). Jika CR terlalu rendah, sistem akan secara otomatis melikuidasi sebagian jaminan untuk menjaga stabilitas harga DAI. Proses ini dirancang untuk memastikan DAI selalu dipertahankan nilainya pada 1 USD.
7 Poin Penting Mengenai DAI
-
Terdesentralisasi:
DAI tidak dikendalikan oleh entitas tunggal, melainkan oleh protokol terdesentralisasi yang berjalan di atas blockchain Ethereum. Ini mengurangi risiko manipulasi harga dan kegagalan sistem yang disebabkan oleh faktor internal.
-
Stabilitas Harga:
Tujuan utama DAI adalah untuk mempertahankan nilai 1 USD. Meskipun volatilitas aset kripto yang digunakan sebagai jaminan dapat memengaruhi harga, sistem Maker Protocol dirancang untuk mengelola fluktuasi tersebut.
-
Transparansi:
Semua transaksi dan aktivitas di Maker Protocol tercatat di blockchain publik, sehingga mudah untuk dilacak dan diverifikasi.
-
Kegunaan dalam DeFi:
DAI berperan penting dalam ekosistem Decentralized Finance (DeFi). Ini digunakan untuk berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi, termasuk lending, borrowing, dan trading.
-
Risiko Likuidasi:
Jika nilai jaminan yang dikunci turun di bawah Collateralization Ratio yang dibutuhkan, pengguna berisiko kehilangan sebagian atau seluruh jaminan mereka.
-
Risiko Smart Contract:
Seperti semua sistem berbasis smart contract, DAI rentan terhadap kerentanan keamanan dalam kode program. Bug atau eksploitasi dapat menyebabkan kerugian finansial.
-
Volatilitas Aset Jaminan:
Harga aset kripto yang digunakan sebagai jaminan dapat berfluktuasi, yang dapat mempengaruhi stabilitas harga DAI meskipun sistem dirancang untuk menguranginya.
Kesimpulan
DAI merupakan inovasi penting dalam dunia keuangan terdesentralisasi. Sebagai stablecoin terdesentralisasi pertama, DAI menawarkan alternatif yang menarik bagi mereka yang ingin menghindari volatilitas aset kripto lainnya. Namun, penting untuk memahami cara kerjanya, serta risiko yang terkait sebelum menggunakannya. Penelitian mendalam dan pemahaman yang tepat sangat penting sebelum berinvestasi atau terlibat dalam ekosistem DAI.











