Lion Group, perusahaan jasa keuangan yang terdaftar di Nasdaq, telah melakukan investasi senilai US$ 2 juta (sekitar Rp 32,45 miliar dengan kurs Rp 16.229 per dolar AS) dalam token Hyperliquid (HYPE). Pembelian ini ditujukan untuk dimasukkan ke dalam kas perusahaan, menandai langkah strategis baru perusahaan dalam dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keputusan ini mencerminkan tren adopsi kripto yang semakin pesat oleh perusahaan-perusahaan besar.
Investasi ini bukan hanya sekadar diversifikasi aset, melainkan juga sebuah pernyataan kepercayaan Lion Group terhadap potensi Hyperliquid di masa depan. Ke depannya, langkah serupa diperkirakan akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan publik lainnya.
Lion Group dan Strategi Baru di Sektor DeFi
Lion Group Holding Ltd. (LGHL) secara strategis membeli token HYPE sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memanfaatkan teknologi Hyperliquid. Hyperliquid adalah platform DEX (decentralized exchange) yang menawarkan perdagangan perpetual crypto dengan biaya rendah dan performa tinggi.
Keunggulan Hyperliquid yang berbasis pada *order book on-chain* menjadi daya tarik utama bagi LGHL. Sistem ini berbeda dengan bursa terpusat konvensional dan dianggap lebih efisien.
Langkah ini sejalan dengan pengumuman sebelumnya tentang fasilitas pendanaan US$ 600 juta yang diperoleh LGHL untuk ekspansi dan investasi strategis, termasuk di sektor aset digital.
Tren Meningkatnya Adopsi Kripto oleh Institusi
Pembelian token HYPE oleh Lion Group merupakan bagian dari tren yang lebih besar, yaitu meningkatnya adopsi kripto oleh perusahaan-perusahaan publik. Tidak hanya Lion Group, perusahaan lain yang terdaftar di Nasdaq, seperti Eyenovia, juga dilaporkan tertarik untuk menyimpan token Hyperliquid.
Tren ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam dunia investasi. Aset kripto tidak lagi hanya menjadi domain investor ritel, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keuangan institusi besar.
Diversifikasi portofolio dan antisipasi terhadap inflasi dan dinamika pasar global merupakan beberapa alasan di balik adopsi ini. Analis kripto independen, Mark Jensen, bahkan menyebut adopsi institusional terhadap aset digital telah memasuki babak baru yang lebih serius.
Prospek Token HYPE dan Pertumbuhan Hyperliquid
Dengan harga HYPE saat ini di level US$ 36,16 dan volume perdagangan harian mencapai US$ 275 juta, prospek token ini terbilang cerah. Tingginya minat pasar menunjukkan kepercayaan investor terhadap platform Hyperliquid dan utilitas token HYPE.
Hyperliquid saat ini bersaing dengan DEX token terkemuka lainnya, seperti DYDX dan GMX. Pertumbuhan *total value locked* (TVL) dan peningkatan volume perdagangan HYPE semakin memperkuat potensi positifnya.
Minat investor ritel juga turut berkontribusi terhadap peningkatan volume perdagangan HYPE. Jika tren positif ini berlanjut, HYPE berpotensi menjadi salah satu token DeFi paling menonjol di paruh kedua tahun 2025.
Meskipun prospeknya menjanjikan, penting untuk diingat bahwa investasi dalam aset kripto mengandung risiko. Setiap keputusan investasi harus didasarkan pada riset dan analisis yang mendalam. Informasi di atas semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai rekomendasi investasi.











